Warga Keluhkan Lamanya Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Bikin Macet, Pramono Jelaskan Penyebabnya
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons keluhan masyarakat terkait kondisi lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said selama proyek pembongkaran bekas tiang monorel mangkrak yang kerap menimbulkan kemacetan.
Pramono mengungkap pelaksanaan pembongkaran tiang telah selesai dilakukan. Namun, proyek tak berhenti sampai di situ. Pramono menjelaskan, saat ini Pemprov DKI masih melakukan penataan jalur pedestrian.
"Yang pertama untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian, terutama kami menyadari memang ada problem. Karena nggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek," kata Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 13 April.
Pramono menyadari proyek penataan kawasan Rasuna Said mulai dari pembongkaran tiang, pelebaran jalan, hingga penataan trotoar mengokupansi sebagian ruas jalan sementara waktu.
Sehingga, Pramono memajukan target penyelesaian penataan Jalan HR Rasuna Said usai pembongkaran tiang monorel mangkrak. Dari sebelumnya ditargetkan rampung bulan September 2026, kini dipercepat menjadi bulan Juni mendatang.
Baca juga:
Percepatan dilakukan setelah seluruh tiang bekas proyek monorel mangkrak yang berdiri di sepanjang Jalan Rasuna Said tersebut selesai dipotong dan dirapikan.
"Mudah-mudahan targetnya adalah tanggal 22 Juni saya akan resmikan sebagai kado (HUT) Jakarta, dan itu akan menjadi sesuatu yang baru. Bahwa Rasuna Said kurang lebih mudah-mudahan bisa seperti Sudirman-Thamrin," jelas Pramono.
Diketahui, Pemprov DKI mengalokasikan total Rp102 miliar untuk penataan kawasan secara menyeluruh. Penataan itu meliputi perbaikan badan jalan, saluran air, trotoar, taman, penerangan jalan umum, serta sarana pendukung lainnya di sepanjang Jalan Rasuna Said. Adapun biaya khusus untuk pemotongan tiang monorel sejatinya hanya sebesar Rp254 juta.