Kuba Siap Dialog dengan AS, Tolak Tuntutan Perubahan Sistem Politik
JAKARTA - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan negaranya siap membahas berbagai isu dengan Amerika Serikat tanpa tuntutan perubahan sistem politik Kuba.
"Kami tertarik untuk berdialog dan membahas topik apa pun tanpa syarat, tanpa menuntut perubahan sistem politik kami, sebagaimana kami juga tidak menuntut perubahan sistem Amerika," kata Diaz-Canel dalam wawancara dengan NBC dilansir ANTARA dari Sputnik, Jumat, 10 April.
Ia mengatakan Kuba dan AS dapat memfokuskan dialog pada hal-hal yang menjadi kepentingan bersama serta meningkatkan saling pemahaman.
Baca juga:
Diaz-Canel menuduh AS mempertahankan sikap permusuhan terhadap Kuba. Ia juga menyatakan AS tidak memiliki otoritas moral untuk mengkritik kondisi di negara Karibia itu.
Dia menyebut kebijakan AS bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi di Kuba saat ini.
Awal pekan ini, Diaz-Canel menyebut dialog dengan AS masih mungkin dilakukan. Ia menilai AS tidak punya alasan untuk melakukan agresi militer terhadap Kuba.
Pada 29 Januari, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.
Trump juga menyatakan keadaan darurat dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional AS dari Kuba.
Pemerintah Kuba menyatakan AS menggunakan blokade energi untuk menekan ekonomi negaranya dan memperburuk kondisi kehidupan masyarakat.