Google Rombak Tampilan Gemini di Android, Fokus ke AI yang Lebih Ringan dan Multitasking Friendly

JAKARTA — Google kembali menyempurnakan pengalaman kecerdasan buatan di Android dengan merilis desain baru untuk Gemini. Pembaruan ini menghadirkan antarmuka yang lebih ringkas, intuitif, dan tidak mengganggu aktivitas pengguna.

Update terbaru ini mulai muncul di versi beta aplikasi Google (v17.3), menandai langkah lanjutan Google dalam mengintegrasikan AI secara lebih natural ke dalam penggunaan sehari-hari.

Perubahan paling mencolok terlihat pada tampilan overlay Gemini. Desain lama kini digantikan dengan bentuk “pill” yang lebih ramping, dengan fokus utama pada kolom “Ask Gemini”. Ukuran teks diperbesar agar lebih jelas, sementara ikon mikrofon tampil lebih minimalis dengan gaya outline.

Namun upgrade paling signifikan ada di sisi fungsi. Tombol “plus” kini membuka panel baru yang menggabungkan fitur lampiran dan tools dalam satu tempat. Pengguna dapat langsung mengakses galeri foto, kamera, file, hingga Google Drive melalui carousel ikon besar.

Di bawahnya, berbagai fitur berbasis AI seperti pembuatan gambar, riset mendalam, dan pembelajaran terpandu disusun dalam daftar yang lebih rapi—membuat workflow terasa lebih cepat tanpa perlu bolak-balik menu.

Sementara itu, fitur Gemini Live juga mengalami transformasi besar. Jika sebelumnya memenuhi layar, kini tampil dalam jendela mengambang (floating window) yang lebih fleksibel.

Interface baru ini menempatkan visual gelombang suara di tengah, dengan kontrol penting seperti screen sharing dan keyboard di sekelilingnya. Saat pengguna membuka aplikasi lain, tampilan Gemini Live otomatis mengecil menjadi lingkaran kecil—tetap aktif tanpa mengganggu layar utama.

Meski masih terbatas di channel beta, pengguna sudah bisa mencoba tampilan baru ini dengan mengaktifkan versi uji coba aplikasi Google. Belum ada kepastian kapan update ini akan dirilis secara luas ke versi stabil.

Ikuti Whatsapp Channel VOI