Donnarumma Kesal dengan Selebrasi Vinicius: Seharusnya Dia Berusaha Membuat Semua Orang Menyukainya

JAKARTA - Gianluigi Donnarumma mempertanyakan mengapa Vinicius Junior perlu merayakan golnya di depan para suporter Manchester City, dengan mengatakan bahwa pemain sekaliber dia seharusnya dicintai oleh semua orang.

Pemain asal Brasil itu mencetak dua gol saat Real Madrid mengamankan kemenangan 2-1 di Stadion Etihad pada Rabu, 18 Maret 2026, dini hari WIB, untuk melengkapi kemenangan agregat 5-1 dan melaju ke perempat final Liga Champions.

Gol penalti pertamanya dirayakan dengan gestur pura-pura menangis--sebuah sindiran terhadap spanduk yang dipajang suporter Manchester City selama kunjungan Real Madrid pada Februari 2025 yang bertuliskan 'Berhentilah Menangis Sepenuh Hatimu'.

Gestur itu sendiri merupakan sindiran terhadap kekecewaan Vinicius karena kalah dari Rodri dalam perebutan Ballon d'Or 2024.

Namun, selebrasi gol keduanya pada injury time itulah yang tampaknya membuat Donnarumma kesal. Kiper The Citizens itu mendekati Vinicius yang berdiri di depan para suporter tuan rumah sambil menunjuk nama di bajunya.

"Dia seorang juara dan harus dicintai oleh semua orang. Saya mengatakan itu kepadanya. Dia telah memainkan dua pertandingan hebat, tetapi saya pikir orang seperti dia harus dicintai oleh semua orang."

"Dia harus berusaha membuat semua orang menyukainya karena dia seorang juara," ujar Donnarumma.

Manchester City bermain hampir sepanjang pertandingan dengan 10 pemain setelah kapten Bernardo Silva diusir karena menyentuh bola dengan tangan saat Vinicius menembak.

Erling Haaland mencetak gol saat The Citizens melepaskan 22 tembakan, tetapi upaya untuk bangkit kembali tidak mungkin dilakukan.

Manchester City sekarang harus berusaha bangkit untuk final Piala Carabao melawan Arsenal pada Minggu, 22 Maret 2026.

Donnarumma kemudian harus menghadapi babak Putaran Kualifikasi Piala Dunia 2026 bersama Tim Nasional (Timnas) Italia.

"Saya pikir kartu merah itu menentukan, tetapi sepak bola memang seperti itu, terdiri dari insiden, terutama di Liga Champions."

"Saya bangga dengan rekan-rekan setim saya, kami memainkan pertandingan yang hebat dan dengan 11 lawan 11 hasilnya akan berbeda."

"Kekecewaan sangat besar, tetapi kami harus bangkit kembali karena pada hari Minggu kami sekarang harus membawa pulang Piala Carabao."

"Ada juga Timnas Italia dan kebutuhan untuk membawa negara kami kembali ke Piala Dunia," ujar Donnarumma.