3 Tradisi Lebaran di Aceh yang Sarat Makna Kebersamaan, dari Berbagi Daging hingga Salam Tempel
YOGYAKARTA - Lebaran selalu menjadi momen yang paling dinanti untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga. Kekhasan perayaan ini juga tampak dari beragam tradisi unik di berbagai daerah Indonesia yang terjaga secara turun-temurun, salah satunya di Aceh.
Aceh memiliki tradisi lebaran yang telah berlangsung selama ratusan tahun, bahkan sejak masa Kesultanan Aceh. Tradisi ini sarat makna kebersamaan dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh. Artikel ini akan membahas beberapa tradisi Lebaran di Aceh yang masih terus hidup hingga sekarang.
3 Tradisi Lebaran di Aceh
Dilansir dari berbagai sumber, berikut 3 di antara tradisi Lebaran yang masih dijaga dan dilestarikan masyarakat Aceh:
- Meugang: Tradisi memasak dan berbagi daging
Salah satu tradisi paling terkenal di Aceh menjelang Lebaran adalah Meugang atau sering juga disebut Makmeugang. Meugang adalah tradisi membeli dan memasak daging untuk kemudian dinikmati bersama keluarga dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Tradisi ini biasanya dilaksanakan dua hari sebelum Ramadan, Idul Fitri, maupun Idul Adha.
Tradisi Meugang sudah berlangsung sejak masa Kesultanan Aceh, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17. Saat itu, sang sultan memerintahkan penyembelihan hewan dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin. Kebijakan tersebut bahkan diatur dalam qanun atau hukum kerajaan yang dikenal dengan nama Meukuta Alam.
Lebih dari sekadar makan daging, Meugang memiliki nilai sosial yang kuat. Masyarakat yang mampu biasanya berbagi dengan tetangga atau kerabat yang kurang mampu. Karena itu, Meugang sering dianggap sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Aceh dalam menyambut hari-hari besar Islam.
- Meuleumak: Kenduri kebersamaan saat Lebaran
Selain Meugang, ada pula tradisi Meuleumak yang masih dijaga oleh masyarakat Aceh, khususnya di beberapa daerah seperti Pidie. Tradisi ini biasanya digelar saat Lebaran Idul Fitri sebagai bentuk silaturahmi dan mempererat persaudaraan antarwarga. Kegiatan ini sering dipelopori oleh para pemuda di desa.
Dalam tradisi Meuleumak, masyarakat mengadakan kenduri atau makan bersama dengan menu khas berupa nasi leumak. Persiapan acara dilakukan secara gotong royong oleh warga, sementara dana umumnya berasal dari sumbangan pemuda yang sedang merantau.
Tak hanya sekadar makan bersama, acara Meuleumak biasanya juga diisi dengan doa bersama. Doa ini dipanjatkan untuk keselamatan masyarakat dan keberkahan hidup. Nilai-nilai kebersamaan seperti inilah yang membuat tradisi Meuleumak tetap dilestarikan.
Baca juga:
- Teumuntuk: Salam tempel untuk pengantin baru
Tradisi Lebaran lain yang cukup unik di Aceh adalah Teumuntuk, yang banyak ditemukan di wilayah Aceh Barat Daya. Tradisi ini berkaitan dengan pasangan yang baru menikah. Saat Lebaran tiba, pasangan tersebut akan berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat untuk bersilaturahmi.
Ketika bersalaman dengan pasangan pengantin, keluarga biasanya memberikan uang yang diselipkan di tangan mereka. Pemberian ini disebut sebagai salam tempel atau Teumuntuk. Tradisi tersebut menjadi simbol doa dan dukungan agar pasangan baru dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik.
Menariknya, sebelum Lebaran biasanya keluarga pengantin pria mengirim bahan-bahan untuk membuat kue tradisional kepada keluarga pengantin perempuan. Setelah kue tersebut dibuat, kue-kue seperti keukarah, juadah, dan leumang kemudian diantarkan kepada keluarga pihak laki-laki.
Demikian pembahasan 3 tradisi Lebaran di Aceh. Keberadaan tradisi-tradisi ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Selama masih dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya, tradisi Lebaran di Aceh akan tetap hidup dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Selain pembahasan tradisi Lebaran di Aceh, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!