Menlu Sugiono Dorong Peningkatan Kerja Sama dan Koordinasi ASEAN Guna Mengantisipasi Dampak Eskalasi di Timur Tengah
JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong peningkatan kerja sama dan koordinasi antarnegara ASEAN, guna mengantisipasi dampak eskalasi di Kawasan Timur Tengah yang ditimbulkan dari konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Iran yang pecah akhir bulan lalu.
Hal tersebut disampaikan Menlu Sugiono saat mengikuti secara virtual "Special ASEAN Foreign Ministers' Meeting on The Situation In The Middle East" pada Hari Jumat yang dipimpin Menteri Luar Negeri Filipina, Maria Theresa P. Lazaro, sebagai Ketua ASEAN.
Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan, "pertemuan tersebut membahas situasi dan kondisi yang saat ini terjadi di Timur Tengah, khususnya dampaknya terhadap Kawasan ASEAN, termasuk keselamatan warga negara ASEAN, serta potensi dampak ekonomi, khususnya pasokan energi."
"Menlu RI menyampaikan sejumlah hal dalam pertemuan,mendorong deeskalasi dan menegaskan Kembali pentingnya ASEAN untuk terus memperkuat koordinasi dan juga regional resilience dalam menghadapi dampak krisis ini," jelas Yvonne dalam keterangan pers di Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (13/3).
"(Menlu RI) juga mendorong kerja sama (penanganan) warga ASEAN yang terdampak dalam konflik tersebut, (termasuk) evakuasi dan bantuan kekonsuleran," tandas Yvonne.
Diketahui, ketegangan meningkat di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut Teheran menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi, dan lebih dari 150 siswi.
Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Baca juga:
- 20 WNI yang Mengikuti Evakuasi Tahap Kedua dari Iran Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Petang ini
- KTT D-8 di Indonesia Ditunda Imbas Perang di Timur Tengah
- KBRI Kuala Lumpur Hadirkan 11 Brand Sustainable Luxury Fashion Indonesia di "Experience Nusantara Couture"
- Layanan Kereta Penumpang China-Korea Utara Kembali Beroperasi Setelah Terhenti Selama 6 Tahun
Teheran juga secara efektif memperketat Selat Hormuz sejak 1 Maret. Jalur air sempit ini mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global.
Yvonne menambahkan, dalam pertemuan virtual tersebut Menlu RI juga menyampaikan mengenai berbagai komunikasi yang dilakukan Presiden RI, termasuk Menlu RI dengan berbagai negara terkait untuk membahas pentingnya deeskalasi dan bagaimana Indonesia dapat berkontribusi dalam memajukan dialog dan deeskalasi di Kawasan
"Secara umum semua negara ASEAN mendorong deeskalasi dan membahas mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan terkait dampaknya bagi Kawasan ASEAN jika eskalasi terus meningkat," tandasnya.