Dipanggil ke Istana, Bahlil Siapkan Penggantian PLTD Solar dengan PLTS dan Panas Bumi
JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendatangi kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, untuk melaporkan langkah percepatan transisi energi kepada Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu yang dibawa Bahlil adalah rencana mengganti pembangkit diesel berbahan bakar solar dengan pembangkit listrik tenaga surya dan panas bumi.
Bahlil mengatakan laporan itu berkaitan dengan perkembangan Satgas EBTKE, energi baru terbarukan dan konservasi energi, serta konversi kendaraan dari bensin ke listrik. Menurutnya, rapat perdana satgas sudah digelar di Kementerian ESDM dan dihadiri delapan menteri serta PLN.
“Saya tadi menghadap Bapak Presiden dipanggil untuk melaporkan perkembangan pembahasan Satgas EBTKE, energi baru terbarukan dan konversi kendaraan dari bensin ke listrik,” kata Bahlil.
Ia mengatakan langkah awal yang akan dikerjakan adalah menyasar pembangkit-pembangkit yang selama ini masih memakai solar. “Pertama yang kita akan selesaikan adalah diesel-diesel, yang dari solar, akan kita selesaikan semua dengan PLTS dan juga geotermal,” ujarnya.
Menurut Bahlil, pembangkit diesel yang akan dikonversi tersebar di seluruh Indonesia. Namun prosesnya tidak dilakukan dengan menghentikan pembangkit lama terlebih dulu. Pemerintah akan membangun pembangkit pengganti lebih dahulu, lalu mematikan PLTD setelah pembangkit baru beroperasi.
Baca juga:
“Bangun dulu dong. Kalau di-stop, belum dibangun kan penggantinya tidak ada. Jadi paralel, begitu dibangun, begitu sudah langsung COD, PLTD-nya dimatikan,” katanya.
Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) ini menegaskan, langkah itu disiapkan karena situasi perang dan geopolitik membuat ketahanan energi jangka panjang tidak bisa dianggap aman.
Karena itu, pemerintah memilih mengoptimalkan sumber energi dalam negeri. Ia juga menyebut akan mengubah RUPTL sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan sektor kelistrikan.