Gus Yahya: Indonesia Harus Manfaatkan BoP Hentikan Perang
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai Indonesia perlu memanfaatkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk mendorong terciptanya perdamaian di tengah eskalasi konflik global.
Hal itu disampaikannya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Maret, menanggapi posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dalam mengawal perdamaian di Palestina.
"Kita cari, caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu," katanya dilansir ANTARA.
Gus Yahya mengatakan berbagai mekanisme yang tersedia harus digunakan secara maksimal untuk mendukung upaya perdamaian.
Ia mengibaratkan upaya tersebut seperti seseorang yang harus menggali lubang tetapi tidak memiliki sekop. Menurutnya, jika yang tersedia hanya sendok, maka sendok itulah yang harus digunakan.
"Kalau kita butuh menggali lubang dan tidak ada skop, punyanya sendok, kita gali pakai sendok gitu. Kira-kira gitulah," katanya mengumpamakan.
Baca juga:
Gus Yahya menegaskan pendekatan tersebut menggambarkan pentingnya memanfaatkan instrumen apa pun yang ada, untuk tujuan yang lebih besar, yakni menghentikan konflik dan mewujudkan perdamaian.
Menurutnya, sesuatu yang tampak kecil atau lemah sekalipun tidak boleh diabaikan jika masih dapat digunakan untuk membantu proses perdamaian.
"Kita gunakan apa pun karena kepentingan untuk perdamaian itu absolut," katanya.
Ia menekankan semua pihak perlu memaksimalkan setiap peluang dan instrumen yang tersedia demi menghentikan perang.