Rentetan Gol Penting Sesko untuk Manchester United dan Pendapat Blunder Ruben Amorim

JAKARTA - Dari semua hal yang dikatakan Ruben Amorim selama masa jabatannya sebagai Manajer Manchester United, hal yang paling membuat kesal para petinggi klub ialah tentang Benjamin Sesko.

Ditanya pada November 2025 tentang striker berusia 22 tahun itu, yang didatangkan dengan harga 73,7 juta pound dari RB Leipzig pada musim panas, Amorim mengatakan bahwa Sesko kesulitan beradaptasi dengan Liga Inggris adalah sebuah fakta.

Petinggi klub melihat komentar tersebut tidak membantu pemain muda yang mencoba beradaptasi dengan liga yang keras di negara baru.

Sesko mencetak dua gol dalam 17 pertandingan untuk Amorim. Namun, sejak kepergian pelatih asal Portugal itu pada awal Januari 2026, pemain asal Slovenia itu telah mencetak tujuh gol dalam delapan pertandingan.

Bermain sebagai starter di bawah asuhan Michael Carrick untuk pertama kalinya pada Minggu, 1 Maret 2026, Sesko mencetak gol untuk pertandingan ketiga berturut-turut saat Manchester United bangkit dari ketertinggalan satu gol untuk mengalahkan Crystal Palace 2-1.

Kemenangan itu sekaligus membuat The Red Devils naik ke peringkat ketiga di klasemen Liga Inggris, di belakang Arsenal dan Manchester City.

"Saya senang untuk Ben. Kami bekerja sama dengannya dan menjalin hubungan serta membangun kepercayaan. Banyak hal bergantung kepada Ben."

"Dia telah bekerja keras. Dia pemain yang bagus dan memiliki beberapa kekuatan hebat serta mampu mencetak berbagai jenis gol."

"Dia benar-benar ancaman. Saya sangat antusias dengan potensi yang bisa dia capai. Dia memiliki potensi yang sangat besar," kata Carrick dilansir ESPN.

Sesko tidak hanya mencetak gol--dia mencetak gol-gol penting. Dalam tiga pertandingan terakhirnya, ia mencetak gol penyeimbang pada menit-menit akhir melawan West Ham United, gol kemenangan melawan Everton, dan gol kemenangan lainnya melawan Crystal Palace.

Sejak Amorim dipecat, gol-gol Sesko di Liga Inggris melawan Burnley, Fulham, West Ham, Everton, dan Crystal Palace telah memberi tim delapan poin.

Tanpa gol-gol tersebut, Manchester United akan berada di luar enam besar. Sebaliknya, tim asuhan Carrick berada di posisi ketiga dengan 10 pertandingan tersisa dan berada di jalur untuk lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2023.

"Dia telah memberikan dampak yang besar dan dia membuat peningkatan yang signifikan. Sebagian dari itu ialah membiasakan diri berada di sini."

"Dia sangat ingin berprestasi, dia bekerja sangat keras dan menyenangkan untuk diajak bekerja sama. Itu gol yang fantastis," ujar Carrick.

Kebangkitan Sesko dimulai di bawah pengganti awal Amorim, Darren Fletcher. Setelah pemain asal Slovenia itu mencetak dua gol dalam hasil imbang 2-2 melawan Burnley, Fletcher mengungkapkan bahwa ia menggunakan hari sebelum pertandingan untuk menunjukkan kepada Sesko sebuah video yang memperlihatkan pergerakan dan gol-golnya.

Performa yang dimulai di Turf Moor berlanjut di bawah Carrick. Fletcher mengatakan ia memberi tahu Sesko untuk perlu terus percaya dan ada dorongan kepercayaan diri serupa yang diberikan oleh Carrick.

Tak lama setelah mencetak gol di Everton, Sesko berhenti di mixed zone untuk memberi tahu wartawan bahwa salah satu perubahan besar ialah semua orang percaya kepadanya.

Tak heran, sudah menjadi rahasia umum menjelang akhir masa kepemimpinan Amorim bahwa Manchester United ingin merekrut striker Aston Villa, Ollie Watkins, lantaran pelatih asal Portugal itu kurang percaya kepada Sesko.

Namun, Carrick telah menanamkan kepercayaan diri kepada Sesko. Mantan gelandang Inggris itu bahkan juga pantas mendapat pujian karena bermain sesuai dengan kekuatannya.

Salah satu kritik terhadap gaya sepak bola Amorim ialah bahwa ia bermain dengan striker tengah. Namun, ia tampaknya tidak meminta pemain sayapnya untuk mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti.

Tengok saja ketika Sesko menjadi starter dalam pertandingan terakhir Amorim sebagai pelatih--hasil imbang 1-1 di kandang Leeds United pada 4 Januari 2026. Dia tidak melepaskan tembakan tepat sasaran kala itu.

Sementara di bawah Carrick, gol-gol Sesko melawan Fulham, West Ham, dan Crystal Palace semuanya berasal dari umpan silang yang dilemparkan dari sisi sayap.

Dengan postur tubuhnya, Sesko terkadang masih terlihat kikuk ketika diminta untuk ikut serta dalam membangun serangan. Namun, dia hebat dalam duel udara serta tajam di dalam dan sekitar area penalti.

Golnya melawan Crystal Palace adalah sundulan keras. Gol itu jadi penentu kemenangan setelah Bruno Fernandes menyamakan kedudukan melalui penalti yang diawali insiden kartu merah Maxence Lacroix--pencetak gol pembuka Crystal Palace di babak pertama--karena menarik Matheus Cunha.

Kemudian Fernandes muncul di sisi kanan dan mengirimkan umpan silang yang dimanfaatkan Sesko untuk melesat di depan Jaydee Canvot. Dia melepaskan tembakan keras melewati kiper Dean Henderson.

Sesko keluar lapangan 10 menit kemudian karena cedera. Tepuk tangan meriah mengiringi pergantiannya.

"Kami sedikit kurang maksimal di awal dan mereka memulai dengan sangat baik. Sekitar menit ke-20, keadaan mulai berbalik menguntungkan kami."

"Kami mengakhiri babak pertama dengan lebih kuat, lalu berbicara kepada mereka saat jeda tentang berada di posisi itu serta menunjukkan kepribadian dan kepercayaan diri."

"Untuk bangkit seperti yang kami lakukan di babak kedua dan membalikkan keadaan ialah hal terbesar. Membangun momentum seperti yang kami miliki dan melakukannya dengan cara yang berbeda, sangat menggembirakan bagi saya," kata Carrick, yang kini telah mencatatkan enam kemenangan dari tujuh pertandingan sejak menangani Manchester United.

Manchester United sedang dalam performa puncak, begitu pula Sesko. Tidak ada tim Liga Inggris lain yang tak terkalahkan sejak Boxing Day. Tidak ada pemain di liga yang mencetak lebih banyak gol non-penalti pada 2026 selain Sesko.

Masa kepemimpinan Amorim terlihat semakin buruk jika membandingkan dengan catatan The Red Devils di bawah Carrick. Sementara setiap gol Sesko membuat komentar pelatih asal Portugal itu semakin tidak tepat.

Manchester United menuju kembali ke Liga Champions dan Sesko membuktikan bahwa keraguan para pengkritik ialah salah besar.