Presiden Trump Bilang Lebih Suka Menyelesaikan Masalah Iran Melalui Diplomasi
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Hari Selasa, meski lebih menyukai solusi diplomatik dengan Iran, namun Ia tidak akan mengizinkan Teheran untuk memperoleh senjata nuklir dalam keadaan apa pun.
Berbicara selama pidato kenegaraan 2026 di hadapan sidang gabungan Kongres, Presiden Trump menggarisbawahi negosiasi sedang berlangsung.
"Kami sedang bernegosiasi dengan mereka. Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu: 'Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,'" katanya seperti dilansir dari Anadolu (25/2).
"Preferensi saya adalah menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi. Tetapi satu hal yang pasti: Saya tidak akan pernah mengizinkan sponsor teror nomor satu di dunia, yang jelas-jelas mereka, untuk memiliki senjata nuklir. Tidak bisa membiarkan itu terjadi," katanya.
Presiden Trump mengklaim Iran sedang mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat mencapai AS.
"Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kami di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat," tambahnya.
Diketahui, delegasi Iran dan AS dijadwalkan untuk mengadakan putaran ketiga negosiasi nuklir tidak langsung di bawah mediasi Oman di Jenewa, Swiss pada Hari Kamis besok.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Hari Selasa memberikan pengarahan tertutup kepada para anggota parlemen senior AS tentang Iran ketika Presiden Trump mempertimbangkan serangan terhadap negara tersebut.
Baca juga:
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, CIA Tawarkan Kiat kepada Calon Informan untuk Menjalin Komunikasi
- Lebih dari 300 Pesawat Militer AS Dikerahkan ke Wilayah Timur Tengah
- 12 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor Mendarat di Israel saat Ketegangan AS-Iran Meningkat
- Menlu Araghchi Sebut Kesepakatan dengan AS Bisa Dicapai Jika Diplomasi Jadi Prioritas
Terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Hari Selasa, Tehran akan melanjutkan pembicaraan dengan AS di Jenewa "dengan tekad untuk mencapai kesepakatan yang adil dan merata dalam waktu sesingkat mungkin."