KRI Songkhla Perkuat Kolaborasi dan Persaudaraan Serumpun pada Melayu Day ke-11 di Yala

JAKARTA - Kesamaan budaya di kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT) merupakan kekuatan yang dapat terus dirawat untuk memperkokoh persahabatan dan konektivitas.

Hal itu dikatakan Konsul RI di Songkhla Winardi H. Lucky saat menghadiri penyelenggaraan Melayu Day ke-11 pada 13-15 Februari di Sanam Chang Phueak Park, Yala, Provinsi Yala Thailand.

Kegiatan tahunan yang digelar Pemerintah Kota Yala bekerja sama dengan Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla dan Konsulat Jenderal Malaysia di Songkhla ini menjadi wadah promosi budaya, sekaligus menegaskan kesamaan akar budaya masyarakat Melayu di kawasan Indonesia–Malaysia–Thailand (IMT).

Upacara pembukaan secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Southern Border Provinces Administrative Centre (SBPAC) Thailand, Mr. Piyasiri Wattanavarangkul, didampingi Konsul RI di Songkhla Winardi H.Lucky, serta Konsul Jenderal Malaysia di Songkhla Ahmad Fahmi Ahmad Sarkawi.

Dalam kesempatan yang sama hadir pula mantan ketua parlemen Thailand, Wan Muhamad Noor Matha. Kehadiran para pemangku kepentingan mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat diplomasi budaya sebagai jembatan persahabatan dan kolaborasi di kawasan.

Konsul RI Winardi H. Lucky saat menghadiri Melayu Day di Yala. (Sumber: KRI Songkla)

Konsul RI di Songkhla Winardi H. Lucky mengatakan, Melayu Day merupakan ruang strategis untuk memperkuat identitas budaya serumpun sekaligus mempererat hubungan people-to-people contact antar negara.

"Kesamaan budaya di kawasan IMT merupakan kekuatan yang dapat terus dirawat melalui kolaborasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif, sehingga memperkokoh persahabatan dan konektivitas masyarakat lintas batas," jelasnya, melansir keterangan KRI Songkhla (14/2).

Pada partisipasi tahun ini, Indonesia menghadirkan lebih dari 30 penampilan seni budaya meliputi tarian, musik dan pertunjukan kreatif yang menunjukkan kedekatan tradisi Melayu di Indonesia,

Malaysia, dan Thailand Selatan.

Paviliun Indonesia juga melibatkan sedikitnya 30 UMKM dari Indonesia yang menawarkan produk khas seperti batik, aksesori, makanan ringan, hingga kopi sebagai bagian dari promosi ekonomi kreatif di kawasan.

Dalam kegiatan kali ini dilakukan dua penandatanganan letter of intent (LoI) kerja sama perdagangan produk herbal dan fashion asal Indonesia.

Sejumlah pengunjung mengutarakan, kesenian dan produk Indonesia terasa dekat dengan budaya lokal di Thailand Selatan dan malaysia, sehingga menciptakan suasana festival yang inklusif dan akrab.

Melalui kegiatan ini, KRI Songkhla mendorong sinergi budaya IMT semakin kuat serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan di bidang pariwisata, seni pertunjukan dan pengembangan UMKM.