Kepala PPATK: Kalau Bukan Ketegasan Prabowo, Kita Tidak Pernah Capai Sejarah Turunkan Judi Online

JAKARTA - Kepala PPATK Ivan Yustiavandana memaparkan capaian terkait pemberantasan judi online. Ia menyebut, berkat ketegasan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mencatat sejarah menurunkan angka transaksi kejahatan judi online.

"Itu kalau bukan karena ketegasan Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, kita tidak pernah akan bisa mencapai sejarah menurunkan judi online karena tekanannya memang luar biasa besar," ujar Ivan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Februari.

Menurut Ivan, kemajuan fintech, kripto dan segala macam potensi judi online akan naik terus hingga mencapai Rp1.100 triliun. Namun, kata dia, PPATK terus bersinergi dengan kementerian lembaga terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menekan laju transaksi judol.

"Itu prediksi kami dan itu nggak pernah salah. Tapi karena sinergitas dan soliditas antar lembaga kami, Komdigi dan segala macam sesuai dengan tusinya masing-masing sesuai dengan arah Bapak Presiden kita bisa menekan sampai hanya kurang dari Rp300 triliun, Rp289 triliun," katanya.

"Itu jauh lebih kurang dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu itu naik terus dari 2017, 2018, 2019, 2020 terus naik dan kita tekan habis sampai Rp286 triliun itu menyelamatkan banyak sekali saudara-saudara kita di luar sana," sambungnya.

Kemudian terkait dengan Green Financial Crime (GFC), PPATK sudah melakukan riset mengenai Green Financial Crime sejak tahun 2020.

"Data kami perputaran GFC sejak tahun 2020 itu bukan Rp992 triliun tapi Rp1.700 triliun. Rp992 triliun itu hanyalah yang kita laporkan di 2020-2025 yang lalu," katanya.

"Kita sudah punya hasil risetnya, bahkan sudah punya GFC wilayah mana termasuk wilayah Sumatera dan segala macam kita sudah punya. Artinya yang hasil riset ini bisa memprediksi apa yang akan terjadi seterusnya mengenai bencana alam dan segala macam rekomendasi," pungkas Ivan.