Tumbang dari Wakil Singapura, Ubed Petik Pelajaran Berharga di Babak 16 Besar Indonesia Masters 2026

JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, harus puas menuntaskan perjuangan di babak 16 besar Indonesia Masters 2026.

Langkahnya dijegal wakil Singapura, Loh Kean Yew, setelah menjalani dua gim langsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis, 22 Januari 2026.

Meski tersingkir, Ubed--sapaan Zaki Ubaidillah--sejatinya mampu memberikan perlawanan sengit, khususnya pada gim pertama. Usai pertandingan, Ubed mengakui bahwa Loh Kean Yew tampil lebih siap dibandingkan pertemuan terakhir mereka.

Hal itu diungkap Ubed sebab kedua pemain sebelumnya pernah bertemu pada ajang SEA Games Thailand 2025, yang mana Ubed mampu meraih kemenangan dua gim langsung pada babak perempat final.

"Pasti ada perbedaan. Hari ini dia terlihat lebih siap dan tidak mau kalah. Pada poin-poin kritis, seperti saat skor 19-19 di gim pertama, dia benar-benar menunjukkan tekadnya untuk tidak menyerah," ujar Ubed dalam keterangan resmi.

Menurut Ubed, perbedaan utama antara pertandingan di SEA Games 2025 dan Indonesia Masters 2026 terletak pada kondisi mental serta situasi pertandingan. Ia menilai pada laga sebelumnya, dirinya bisa bermain lebih lepas, sementara kali ini tekanan pertandingan di Istora cukup memengaruhi fokusnya.

Dalam evaluasinya, Ubed mengakui masih kalah dari sisi pengalaman jika dibandingkan dengan Loh Kean Yew. Hal tersebut terlihat dari kemampuan lawan dalam mengatur tempo permainan dan mengendalikan situasi saat berada di bawah tekanan.

"Mungkin kalau dibilang, saya masih kalah pengalaman. Saya belum bisa benar-benar melawan tempo permainan dia. Di SEA Games 2025, saya bisa main lebih lepas, sementara di sini mungkin agak tegang, apalagi main di Istora dengan banyak penonton," ungkap pebulu tangkis berusia 17 tahun itu.

Meski demikian, Ubed menilai pertandingan ini tetap memberikan banyak pelajaran berharga. Ia mengaku mendapatkan pengalaman penting terkait pengaturan tempo, kontrol permainan, serta cara menghadapi lawan yang lebih matang secara teknis maupun mental.

"Ada hal positif yang saya dapat. Saya belajar dari dia bagaimana cara menaikkan tempo permainan. Lalu, saat sedang tertinggal, bagaimana tetap bisa mengontrol lawan dengan mengatur pukulan, buangan, dan kecepatan," ujarnya.

Terkait target, Ubed secara terbuka mengakui bahwa pencapaiannya di Indonesia Masters 2026 belum sesuai harapan. Pemain PB Djarum itu menargetkan setidaknya mampu melangkah ke perempat final atau bahkan melaju lebih jauh, mengingat turnamen ini digelar di hadapan publik sendiri.

"Kalau target, memang belum tercapai. Sebelum turnamen ini saya sudah diskusi dengan pelatih, targetnya kalau bisa masuk perempat final atau tembus lebih jauh di lapangan besar seperti ini," tutur Ubed.