BI Kukuhkan Iwan Setiawan sebagai Kepala Perwakilan DKI, Pramono Dorong Digitalisasi Pasar dan Gairahkan Belanja

JAKARTA - Bank Indonesia resmi mengukuhkan Iwan Setiawan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Pengukuhan dilakukan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman di Jakarta, sebagai tindak lanjut pelantikan dan serah terima jabatan yang telah digelar pada 12 Desember 2025 dalam rangkaian Rapat Evaluasi Strategis Bank Indonesia (RESBI) 2025.

Aida menjelaskan, pergantian dan penetapan pimpinan merupakan bagian dari program kepemimpinan Bank Indonesia yang dilakukan secara berkala. Langkah itu ditempuh untuk memastikan organisasi tetap adaptif menghadapi dinamika industri serta mendukung pencapaian visi bank sentral.

*Kami memang punya suatu apa namanya program untuk selalu melakukan pergantian atau penetapan pimpinan. Itu kami lakukan dua kali setahun, bagian dari program kepemimpinan di Bank Indonesia supaya organisasi kami itu selalu tetap bisa melihat industri yang sangat dinamis," kata Aida dalam pengukuhan pada Senin, 19 Januari.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan visi Bank Indonesia untuk menjadi bank sentral digital terdepan di kawasan emerging market, sekaligus berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Dalam konteks itu, pengukuhan Iwan Setiawan dinilai sebagai bagian dari upaya penguatan organisasi.

"Itu kami lakukan sehingga pada tanggal 12 Desember kemarin sudah dilakukan pelantikan salah satunya adalah Pak Iwan Setiawan," ujarnya.

Menurut Aida, Iwan bukan sosok baru di lingkungan Bank Indonesia. Sejak Agustus 2025, ia telah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta. Rekam jejaknya juga dinilai panjang dan beragam, baik di kantor pusat, kantor perwakilan daerah, hingga luar negeri.

"Pak Iwan Setiawan ini adalah pegawai Bank Indonesia yang berkarya cukup cukup panjang," ujar Aida.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Aida berharap, Iwan dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong transformasi Jakarta menuju kota global. Harapan itu disampaikan seiring dengan fokus kebijakan Bank Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, yakni menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan apresiasi atas pengukuhan Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta. Ia menilai kehadiran Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai mitra strategis memberi dampak nyata dalam mendorong digitalisasi dan konsumsi masyarakat.

Pramono mencontohkan program lomba digitalisasi pasar yang melibatkan BI dan OJK sebagai juri. Dari program tersebut, tingkat digitalisasi pasar di Jakarta disebut meningkat signifikan.

"Maka di sanalah saya tahu bahwa digitalisasi pasar itu bisa naik sampai dengan 47 persen," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, memiliki 153 pasar yang ditargetkan seluruhnya dapat menggunakan QRIS. Upaya serupa juga diterapkan pada pusat perbelanjaan dan hotel melalui lomba diskon dan ornamen saat momentum Natal dan Tahun Baru.

Hasilnya, transaksi ekonomi Jakarta selama periode tersebut tercatat mencapai Rp15,2 triliun hingga 12 Januari. Tingkat hunian hotel di sejumlah kawasan utama, seperti Sudirman, Thamrin, dan Gatot Subroto, bahkan disebut mendekati penuh.

"Dan apa hasilnya? transaksi kemarin di Jakarta sampai dengan tanggal 12 Januari ketika kita tutup 15,2 triliun rupiah," kata Pramono.

Ke depan, Pemprov DKI berencana melanjutkan strategi serupa untuk menyambut Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri. Pramono menilai, upaya mendorong belanja masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Pramono menyatakan harapan agar kerja sama dengan Bank Indonesia terus diperkuat. Ia menegaskan komitmen Pemprov DKI mempersiapkan Jakarta sebagai kota global melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang transparan.

"Saya ingin benar bahwa Jakarta betul-betul menjadi kota global yang mengalami banyak transformasi kebijakan yang lebih baik," imbuh dia.