Tim SAR Gabungan Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Kondisi Hancur

MAKASSAR - Tidak sampai 24 jam, tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari.

Hal tersebut disampaikan Panglima Komando Daerah Militer XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Bangun Narwoko dalam jumpa pers yang berlangsung di Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu, 18 Januari.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500. (Dok. Dispenad)

Tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI AD bersama TNI AU, TNI AL, Polri, Basarnas, serta instansi terkait lainnya bergerak cepat menyusuri medan pegunungan yang ekstrem dengan kondisi alam yang menantang, sebagai bagian dari upaya kemanusiaan untuk memastikan lokasi pesawat dapat segera diidentifikasi.

Hasil signifikan mulai diperoleh pada pukul 07.17 WITA dengan ditemukannya serpihan awal pesawat. Selanjutnya, pada pukul 08.02 WITA, tim darat memastikan keberadaan bagian utama pesawat di lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500. (Dok. Dispenad)

Temuan tersebut meliputi dua bagian besar pesawat, yakni badan dan ekor pesawat, termasuk sejumlah jendela pesawat, yang seluruhnya telah dicatat titik koordinatnya. Tim SAR gabungan juga sudah mengevakuasi satu korban kecelakaan pesawat.

Saat ini, tim SAR gabungan masih terus melaksanakan kegiatan di lokasi penemuan untuk mendukung tahapan lanjutan operasi pencarian dan pertolongan, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel di lapangan.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500. (Dok. Dispenad)

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, pesawat ATR 42-500 hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada pukul 08.00 WIB dengan tujuan Makassar. Sekitar pukul 12.23 WITA, pesawat melakukan kontak dengan ATC Makassar namun setelah itu pesawat hilang kontak di daerah Kabupaten Maros.

Pesawat ATR 42-500 tengah digunakan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk misi pengawasan keamanan laut dan aktivitas ilegal di wilayah perbatasan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Pesawat ATR 42-500 tersebut membawa 10 orang yakni pilot dan kopilot, 2 orang awak kabin, 3 orang staf dan engineer, serta tiga orang penumpang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.