Pneumonia Aspirasi Adalah: Penyebab, Faktor Risiko, dan Gejalanya
YOGYAKARTA – Pneumonia aspirasi adalah salah satu jenis penyakit pernapasan. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan peradangan pada paru-paru akibat masuknya benda asing ke dalam paru-paru, seperti air liur, muntahan, minuman, atau makanan.
Agar lebih memahaminya, yuk simak apa itu pneumonia aspirasi, mulai dari penyebab hingga gejala yang menyertainya.
Pneumonia Aspirasi Adalah
Dikutip dari laman Cleveland Clinic, pneumonia aspirasi merupakan infeksi bakteri yang terjadi pada paru-paru. Kondisi ini dapat muncul ketika seseorang mengalami aspirasi, yaitu menghirup sesuatu selain udara ke dalam saluran pernapasan. Benda atau zat yang terhirup tersebut dapat berupa makanan, cairan, air liur, asam lambung, muntahan, bahkan benda asing berukuran kecil.
Sebagian besar orang pernah mengalami kejadian ketika makanan atau minuman “salah jalan”, yaitu masuk ke saluran pernapasan menuju paru-paru, bukan ke kerongkongan yang mengarah ke lambung. Dalam kondisi normal, tubuh akan merespons dengan refleks batuk untuk mengeluarkan zat tersebut. Namun, pada sebagian orang, zat tersebut tidak berhasil dikeluarkan dan akhirnya masuk ke paru-paru, padahal seharusnya tidak berada di sana. Situasi ini dapat memicu pertumbuhan bakteri dan menyebabkan infeksi paru-paru atau pneumonia.
Banyak penderita pneumonia aspirasi tidak menyadari bahwa proses aspirasi telah terjadi. Kondisi ini dikenal sebagai aspirasi diam (silent aspiration). Infeksi akibat aspirasi dapat berkembang secara perlahan, mulai dari beberapa hari hingga bahkan beberapa minggu setelah aspirasi terjadi.
Baca juga:
Penyebab Pneumonia Aspirasi
Pneumonia aspirasi terjadi ketika seseorang menghirup zat asing ke dalam paru-paru yang seharusnya tidak berada di sana.
Risiko pneumonia aspirasi akan semakin meningkat apabila za tasing tersebut tidak dapat dikeluarkan melalui refleks batuk atau ketika proses aspirasi tidak disadari.
Zat selain udara umumnya membawa bakteri yang kemudian dapat berkembang dan menyebabkan infeksi pada paru-paru.
Beberapa zat yang dapat masuk ke paru-paru dan memicu terjadinya pneumonia aspirasi antara lain:
- Air liur dan lendir dari mulut maupun hidung
- Asam lambung
- Muntahan
- Makanan atau minuman
- Benda asing berukuran kecil
Faktor Risiko Pneumonia Aspirasi
Selain itu, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan terjadinya kasus pneumonia aspirasi, antara lain:
- Gangguan kesadaran, misalnya akibat penyalahgunaan NAPZA, penggunaan obat bius, minum alkohol berlebihan, stroke, cedera kepala, epilepsy, dan demensia.
- Gangguan menelan, misalnya akibat kanker esofagus, kanker tenggorokan, luka di kerongkongan, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, dan mystenia gravis.
- Kondisi lain seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), terlalu lama berbaring karena sakit serta menggunakan selang nasogastric.
Gejala Pneumonia Aspirasi
Pneumonia aspirasi bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Gejala utama pneumonia aspirasi adalah batuk berdahak dengan mucus berwarna kehijauan, disertai darah, dan berbau tidak sedap.
Berikut beberapa gejala pneumonia aspirasi yang perlu diwaspadai:
- Demam
- Sesak napas (dispnea) atau napas berbunyi mengi
- Batuk disertai darah atau nanah
- Nyeri pada dada
- Bau mulut tidak sedap
- Kelelahan yang sangat berat
Sebagai informasi tambahan, gejala pneumonia aspirasi tidak selalu muncul secara langsung. Pada banyak kasus, gejala baru berkembang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah seseorang mengalami aspirasi. Penting untuk diketahui bahwa banyak penderita pneumonia aspirasi tidak menyadari bahwa mereka telah menghirup benda atau zat asing ke dalam saluran pernapasan.
Demikian penjelasan tentang pneumonia aspirasi. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan kabar menarik lainnya.