Bongkar Tiang Monorel Berbiaya Rp100 Miliar, Pemprov DKI: Kuningan Pusat Ekonomi-Diplomasi
JAKARTA - Pemprov DKI akan membongkar tiang bekas proyek monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp100 miliar dari APBD DKI.
Namun, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo menegaskan, anggaran tersebut tak hanya dihabiskan untuk pembongkaran tiang, melainkan juga penataan jalan dan trotoar untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan estetika kawasan bisnis dan diplomasi tersebut.
Kebijakan ini diarahkan untuk menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus menjawab persoalan infrastruktur yang selama bertahun-tahun terbengkalai.
"Seperti kita ketahui, kawasan Kuningan merupakan pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi. Kuningan adalah wajah Jakarta. Tak kurang dari 11 kantor kedutaan berada di kawasan ini. Selain itu, terdapat jalur LRT dan Transjakarta yang menjadi tumpuan transportasi publik,” kata Prastowo di Jakarta, Minggu, 11 Januari.
Menurut dia, keberadaan tiang monorail mangkrak selama ini justru berpotensi mengganggu berbagai aktivitas strategis di kawasan Kuningan. Mulai dari dukungan transportasi publik, mobilitas ekonomi, hingga kelancaran agenda kenegaraan.
Ia juga menyebut, persoalan keselamatan menjadi alasan utama pembongkaran dilakukan. Data menunjukkan, tingkat kecelakaan lalu lintas di sekitar kawasan tersebut cukup tinggi akibat keberadaan tiang monorail yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Meski menempatkan Kuningan sebagai prioritas penataan, Pemprov DKI Jakarta memastikan agenda ini tidak menggeser komitmen terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah lain.
"Menata kawasan Kuningan bukan berarti mengabaikan kawasan dan kebutuhan lain. Pada saat yang sama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap fokus pada penyediaan infrastruktur dasar dan layanan esensial bagi warga DKI," tutur Prastowo.
Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan pembongkaran tiang bekas proyek monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said dalam waktu dekat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pembongkaran tiang monorel mangkrak di Rasuna Said dipercepat dari rencana awal. Tiang itu bakal mulai dibongkar pekan depan.
Baca juga:
- PDIP Bentuk Tujuh Komisi di Rakernas I 2026, Bahas Isu Strategis Nasional
- Rumah dan Bangunan Konfeksi di Tambora Terbakar, Kerugian Capai Rp1,7 Miliar
- Kamboja Likuidasi Bank Milik Chen Zhi, Taipan Penipuan Kripto Terbesar di ASEAN
- Gencatan Tapi Israel Blokir Pasokan Medis, Nyawa Pasien Kanker di Gaza Terus Melayang
Pemprov DKI mengalokasikan anggaran hingga Rp100 miliar untuk melakukan pembongkaran tiang bekas proyek monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said beserta penataan kawasannya.
Pembiayaan dialokasikan langsung dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2026. Ia optimis Pemprov DKI memiliki anggaran tersebut meski masih di awal tahun.
"Totalnya sekitar Rp100 miliar. Dibayarnya kan enggak di awal tahun. tergantung proses," ungkap Kepala Dinas Binar Marga DKI Jakarta Heru Suwondo.
Pada tahap awal, pembongkaran akan dilakukan oleh Pasukan Kuning Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Heru menegaskan pihaknya siap untuk langsung membongkar tiang bekas proyek monorel yang tak selesai tersebut.
"Kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gub untuk dibongkar hari Rabu pekan depan, ya kita jalankan. Karena kan sudah dipenuhi semua aturannya. Jadi ya kita akan lakukan pembongkaran dan kita akan tata Jalan Rasuna Said," ungkap Heru.
Dalam pembongkaran tiang tersebut, Pemprov DKI juga sekaligus melakukan penataan trotoar hingga perbaikan jalan. Nantinya, tak ada lagi pemisah antara jalur cepat dan jalur lambat karena tiang yang berada di tengah-tengah lajur telah dibongkar.
"Nantinya pemisah jalur cepat dan jalur lambat akan hilang, sama seperti di sisi barat Jalan Rasuna Said. Di sana kan jalan dan trotoarnya sudah rapi. Jadi kita akan nata jalannya sama seperti Rasuna Said sisi barat. Di mana ada satu jalur busway, tiga jalur reguler. Sisi timur akan kita buat sama seperti itu," tandasnya.