Investasi Sektor ESDM Turun Gegara Listrik, Bahlil Mau Temui Bos PLN

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi investasi di sektor energi sepanjang tahun 2025 mencapai 31,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, capaian lebih rendah jika dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat mencapai 32,3 miliar dolar AS.

Dia merinci, angka ini terdiri dari investasi subsektor Minerba sebanyak 6,7 miliar dolar AS, subsektor migas sebesar 18 miliar dolar AS, subsektor listrik 4,6 miliar dolar AS, dan subsektor EBTKE pada angka 2,4 miliar dolar AS.

"Dibandingkan dengan 2024, 2025 terjadi koreksi. Di mana? Di listrik. Nanti habis ini saya akan rapat dengan PLN,” ujar Bahlil dikutip Jumat, 9 Januari.

Bahlil menyampaikan, pihaknya akan menugaskan PT PLN (Persero) untuk mendorong percepatan pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang telah disetujui dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025—2034.

"Ini saya lihat memang butuh effort dan butuh kerja keras agar bisa dicapai," kata dia.

Lebih jauh, Bahlil menambahkan, jika konsumsi listrik sepanjang 2025 terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Adapun realisasi konsumsi listrik pada 2025 telah mencapai 1.584 kWh per kapita, atau melonjak 108,2 persen dibandingkan target yang ditetapkan sebesar 1.464 kWh.

"Sekarang konsumsi listrik per kapita kita 2024 itu 1.411 KWh. 2025 itu naik menjadi 1.584 kWh," kata dia.

Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, peningkatan konsumsi ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan energi yang dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, lonjakan ini juga dipicu oleh percepatan program elektrifikasi nasional.

"Saya katakan 5.700 desa yang belum ada listriknya, 4.400 dusun, dan pada tahun ini kita sudah mengerjakan kurang lebih sekitar 1.500 lebih titik yang kita lakukan terobosan," tandas Bahlil.