Olivia Rodrigo Puji Cara St. Vincent Merancang Gitar yang Lebih Inklusif bagi Perempuan

JAKARTA - Olivia Rodrigo memberikan pujian personal kepada St. Vincent—yang punya nama asli Anne Clark—atas dedikasinya dalam merancang instrumen musik yang inklusif.

Penyanyi-penulis lagu 22 tahun itu mengungkapkan kekagumannya terhadap gitar signature Ernie Ball Music Man milik St. Vincent yang ia gunakan di sepanjang tur dunianya, "Guts World Tour".

Bagi Rodrigo, gitar tersebut bukan sekadar instrumen musik biasa, melainkan sebuah inovasi yang menjawab keresahan musisi perempuan.

Ia menyoroti bagaimana desain badan gitar mempertimbangkan anatomi tubuh perempuan—sesuatu yang seringkali terabaikan dalam industri manufaktur instrumen musik konvensional.

"Ini adalah gitar yang tampilannya sangat keren," kata Rodrigo, saat menjadi tamu dalam podcast Music Makes Us.

Kekaguman Rodrigo berakar pada spesifikasi desain yang secara sadar dibuat oleh Clark. Menurutnya, Clark memahami betul hambatan fisik yang sering dihadapi perempuan saat mengenakan gitar di atas panggung, terutama terkait kenyamanan pada bagian dada dan bobot gitar yang sering kali terlalu berat.

"Dia membuat gitar yang khusus dirancang untuk perempuan. Karena dia memainkan gitarnya sangat tinggi, desainnya dipotong sedemikian rupa sehingga Anda bisa memiliki payudara dan tetap bermain gitar dengan nyaman, yang mana itu sangat luar biasa," tutur peraih Grammy Award itu.

Secara historis, terdapat ironi dalam dunia pembuatan gitar (lutherie). Banyak pihak berpendapat bahwa bentuk gitar klasik sebenarnya terinspirasi dari lekuk tubuh perempuan, namun dalam praktiknya, instrumen tersebut justru sering kali tidak ergonomis bagi perempuan.

Hal ini senada dengan pemikiran Annie Clark saat pertama kali merancang model signature-nya pada tahun 2016. Ia menjelaskan, gitar yang ringan adalah sebuah keharusan karena postur tubuhnya yang tidak terlalu besar. Ia mengaku tidak sanggup memainkan model klasik seperti Stratocaster tahun 1960-an atau Les Paul tahun 1970-an tanpa bantuan kiropraktor.

Oleh karena itu, Clark merancang gitarnya dengan mendistribusikan ulang berat instrumen agar lebih seimbang tanpa menghilangkan estetika.

Meskipun fokus pada kenyamanan perempuan, Clark menegaskan bahwa tujuannya adalah menciptakan sesuatu yang terlihat bagus untuk siapa saja, terlepas dari gender mereka.

Selain Olivia Rodrigo, dukungan terhadap gitar rancangan St. Vincent juga datang dari Emily Roberts, gitaris band The Last Dinner Party, yang memiliki tinggi badan sekitar 157 cm.

Roberts mengakui, gitar signature St. Vincent adalah solusi bagi masalah sakit punggung yang sering ia alami saat menggunakan gitar konvensional.

"Tidak banyak gitar yang dirancang oleh perempuan, jadi (memilih gitar ini) adalah keputusan yang sangat mudah," tegas Roberts.

Ia juga memuji kualitas sonik instrumen tersebut yang memiliki karakter unik dan berbeda dari merek arus utama seperti Fender atau Gibson.