Ulah Trump Picu Kerugian Besar Ratusan Triliun, Ford Undur Diri dari Kendaraan Listrik
JAKARTA – Ford Motor mengumumkan keputusan dramatis pada hari Senin, 15 Desember, usai mencatat kerugian besar senilai 19,5 miliar dolar AS (setara Rp324 triliun) dan membatalkan beberapa model kendaraan listrik (EV) andalan yang telah direncanakan.
Langkah mundur ini menjadi indikasi paling jelas bahwa industri otomotif menarik diri dari investasi besar-besaran pada mobil bertenaga baterai, didorong oleh melemahnya permintaan pasar dan perubahan kebijakan pemerintah AS yang mengurangi dukungan federal untuk EV. Ford segera mengalihkan fokusnya kembali ke model bensin dan mesin hybrid.
Sebagai dampak langsung, Ford akan mengganti truk pikap listrik penuh F-150 Lightning dengan model extended-range (EREV) yang menggunakan mesin bensin untuk mengisi ulang baterai. Selain itu, mereka membatalkan pengembangan truk listrik generasi berikutnya, T3, serta van komersial listrik yang sudah dijadwalkan.
Dilansir dari Reuters, Selasa, 16 Desember, CEO Ford, Jim Farley, menyatakan bahwa perubahan tajam di pasar EV selama beberapa bulan terakhir menjadi pemicu utama keputusan ini, dengan sekitar 8,5 miliar AS (Rp133 triliun) dari total kerugian terkait langsung dengan pembatalan model-model EV tersebut.
Baca juga:
Pergeseran strategis Ford ini didorong oleh perubahan signifikan dalam lanskap regulasi di AS, di mana kebijakan pemerintahan Trump menghapus insentif konsumen sebesar 7.500 dolar AS dan melonggarkan aturan emisi kenalpot. Kebijakan ini secara efektif memangkas dukungan federal untuk EV, yang langsung berdampak pada penjualan; penjualan EV AS anjlok sekitar 40 persen pada November setelah berakhirnya kredit pajak. Truk F-150 Lightning, yang dulunya disambut meriah, kini menghadapi penurunan penjualan sebesar 10 persen dari tahun sebelumnya.
Ford secara efektif membatalkan seluruh lini EV generasi keduanya, termasuk rencana untuk membangun truk listrik baru di pabrik Tennessee. Sebaliknya, mereka akan beralih memproduksi truk bertenaga bensin di pabrik tersebut mulai tahun 2029. Andrew Frick, Kepala Operasi Gas dan EV Ford, menekankan bahwa dana yang tadinya dialokasikan untuk EV besar yang kini tidak menguntungkan akan dipindahkan ke area dengan potensi pengembalian yang lebih tinggi.
Untuk masa depan, Ford menggeser fokus EV-nya ke model yang jauh lebih terjangkau, dikembangkan oleh tim khusus di California. Model EV berukuran sedang pertama dari tim ini direncanakan akan dijual sekitar 30.000 dolar AS dan mulai dipasarkan pada tahun 2027.