Tangis Taylor Swift di Balik Teror The Eras Tour Terungkap di Dokumenter Terbaru

JAKARTA - Berbagai cerita emosional yang penuh haru hingga kesedihan tersimpan di balik meriahnya The Eras Tour dari Taylor Swift. Dalam dokumenter terbaru terungkap bagaimana patah hatinya Swift ketika teror terjadi di tur yang ia persiapkan sepenuh hati.

The End of an Era langsung menangkap perhatian para Swifties dengan tayangan menggugah. Di episode pertama sudah terekam salah satu momen paling memilukan dalam karier sang superstar pop.

Dalam rekaman terlihat Taylor Swift tengah kalut, gelisah dan meneteskan air mata saat aksi terorisme terjadi di turnya di Wina, Austria. Mimpi buruk lain datang dari turnya di Liverpool yang diwarnai penyerangan terhadap anak-anak.

Dua kejadian besar itu membuatnya terpukul. Terorisme dalam konser tak pernah terbersit akan terjadi padanya dan para penggemar setia.

"Saya pikir ini akan menjadi tur yang sangat membanggakan. Tapi ini lebih dari sekadar tur," kata Taylor Swift di Episode 1 dokumenter yang tayang di Disney+ mulai Jumat ini.

"Ini adalah kekuatan yang harus diperhitungkan dalam budaya global. Jadi, seumur hidup saya tidak pernah berpikir kita akan menghadapi rencana teror," imbuhnya.

Tur di Wina pun dibatalkan demi alasan keselamatan penggemar. Lalu show di London diputuskan tetap berjalan, meski dengan adanya ketakutan besar akan terjadi hal serupa.

"Rasanya aneh jelang lima pertunjukan terakhir di Eropa karena… kami telah melakukan 128 pertunjukan sejauh ini, tetapi ini adalah yang pertama di mana saya merasa seperti sedang bermain di atas es yang tipis," paparnya.

Suka duka dari The Eras Tour akan banyak dikupas di dokumenter dengan total 6 episode tersebut.

"Ada ratusan momen kontak mata individual sepanjang pertunjukan. Saya melihat banyaknya kegembiraan yang dirasakan semua orang. Yang menarik adalah, ada kegembiraan dalam pertunjukan ini, tetapi ada banyak emosi di dalamnya yang bukan sekadar 'Pasang wajah tersenyummu dan datanglah ke Tur Eras.' Ini jauh lebih dari itu," tandas Taylor Swift.