Penggemar Menuduh FIFA Melakukan Pengkhianatan terkait Harga Tiket Piala Dunia 2026
JAKARTA - Para penggemar menuduh FIFA melakukan pengkhianatan besar setelah harga tiket terbaru untuk Piala Dunia 2026 mulai beredar pada Kamis, 11 Desember 2025.
FIFA mengalokasikan 8 persen tiket kepada federasi anggota untuk pertandingan yang melibatkan tim mereka untuk dijual kepada penggemar yang paling setia.
Daftar yang diterbitkan oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengungkapkan harga berkisar dari 180 hingga 700 dolar AS (sekitar Rp2,9-11,6 juta) untuk berbagai pertandingan babak penyisihan grup. Harga terendah untuk final ialah 4.185 dolar AS (sekira Rp69,6 juta) dan tertinggi 8.680 dolar AS (berkisar Rp144,4 juta).
Harga babak penyisihan grup tersebut sangat berbeda dari klaim FIFA tentang tiket seharga 60 dolar AS (sekitar Rp998 ribu) yang tersedia.
Bahkan, target dari pejabat Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) ketika mengajukan penawaran untuk tuan rumah Piala Dunia 2026 tujuh tahun lalu ialah menawarkan ratusan ribu kursi seharga 21 dolar AS (sekitar Rp349 ribu) di seluruh fase pembukaan pertandingan.
Baca juga:
Organisasi penggemar Football Supporters Europe (FSE) menggambarkan harga saat ini sebagai sangat mahal.
Berdasarkan informasi yang tersedia, FSE menyatakan bahwa para penggemar harus membayar 8.111 dolar AS (sekitar Rp134,9 juta) untuk menghadiri setiap pertandingan dari pertandingan pertama hingga final melalui alokasi federasi anggota peserta (PMA)--yang dirancang untuk diberikan kepada penggemar yang paling banyak menghadiri pertandingan, dengan harga tiket tetap dan bukan harga dinamis.
Menurut FSE, harga itu lima kali lebih mahal daripada yang harus dibayar penggemar untuk menonton pertandingan di final Piala Dunia 2022 di Qatar.
"Ini adalah pengkhianatan besar terhadap tradisi Piala Dunia, mengabaikan kontribusi para pendukung terhadap tontonan yang ada," kata FSE dalam sebuah pernyataan.
FSE menunjukkan bahwa alih-alih menerapkan harga standar di semua pertandingan grup, penetapan harga tampaknya dihitung bergantung pada kriteria yang tidak jelas seperti daya tarik pertandingan yang dirasakan.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) membagikan informasi harga kepada England Supporters Travel Club (ESTC) pada Kamis, 11 Desember 2025, malam waktu setempat. Informasi tersebut menunjukkan bahwa jika seorang penggemar membeli tiket untuk setiap pertandingan hingga final, biayanya akan mencapai 7.020 (sekitar Rp116,8 juta).
Kebijakan penetapan harga tersebut dianggap konyol oleh England Fans' Embassy (Perwakilan Suporter Inggris) dari Asosiasi Suporter Sepak Bola (FSA).
"Harga-harga ini merupakan tamparan bagi para pendukung yang mendukung tim mereka di luar turnamen utama yang diadakan setiap empat tahun sekali."
"Menyebut tiket Kategori 3, yang termurah yang tersedia untuk anggota ESTC, sebagai 'Kategori Nilai Pendukung 3' yang harganya mencapai 7.020 dolar AS jika Anda ingin mengikuti Inggris dari awal hingga akhir, adalah hal yang konyol," tuli England Fans' Embasssy dalam sebuah unggahan di X.
Sementara grup suporter Inggris, Free Lions, mengatakan di X bahwa mereka mendukung pernyataan FSE, menambahkan bahwa ini adalah harga yang mengejutkan, jauh di atas biaya tinggi yang sudah diduga.
"Ini tidak boleh dibiarkan terjadi. Para penonton pertandingan di seluruh dunia berhak mendapatkan perlindungan dari harga yang mencekik ini," kata Free Lions dalam pernyataan dilansir ESPN.
FIFA mengatakan pada September 2025 bahwa tiket yang dirilis melalui situs webnya awalnya berkisar dari 60 dolar AS (sekitar Rp998 ribu) untuk pertandingan babak penyisihan grup hingga 6.730 dolar AS (sekira Rp112 juta) untuk final.
Namun, harga tersebut dapat berubah karena FIFA menerapkan penetapan harga dinamis untuk pertama kalinya di Piala Dunia.
Tiket FIFA tersedia dalam empat kategori, dengan kursi terbaik di Kategori 1.
Dalam daftar harga yang diterbitkan oleh DFB (Federasi Sepak Bola Jerman), hanya ada tiga kategori.
Tiket dengan harga terendah ialah 180 dolar AS untuk pertandingan pembuka grup antara Jerman melawan Curacao di Houston. Harga terendah untuk semifinal ialah 920 dolar AS (sekitar Rp15,3 juta), naik menjadi 1.125 dolar AS (sekira Rp18,7 juta).
FSE meminta FIFA untuk segera menghentikan penjualan tiket melalui federasi nasional sampai solusi yang menghormati tradisi, universalitas, dan signifikansi budaya Piala Dunia ditemukan.
FIFA meluncurkan fase ketiga penjualan tiket secara luas pada Kamis, 11 Desember 2025, dengan para penggemar sekarang mendaftar untuk pertandingan tertentu untuk Piala Dunia 2026--pertama kalinya melalui pengundian seleksi acak.
Setelah pengundian pekan lalu untuk Piala Dunia 2026, jadwal yang diperbarui telah diterbitkan.
Pengundian tiket sebelumnya dilakukan secara buta karena periode kualifikasi belum selesai dan pengundian belum dilakukan.
Negara-negara peserta sekarang telah ditempatkan dalam grup, dengan jalur mereka melalui turnamen telah ditentukan. Misalnya, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dapat bertemu di perempat final di Kansas City jika Argentina dan Portugal memimpin grup masing-masing.
Bukan berarti penggemar dijamin mendapatkan tiket untuk pertandingan yang mereka daftarkan.
Pengundian dibuka pada 11 Desember 2025 pukul 11 pagi waktu setempat dan ditutup pada 13 Januari 2026.
Terakhir kali Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1994, harga tiket berkisar dari 25 hingga 475 dolar AS (sekitar Rp416 ribu-Rp7,9 juta). Di Qatar pada 2022, harga tiket berkisar dari sekitar 70 hingga 1.600 dolar AS (sekira Rp1,1 juta-Rp26,6 juta) saat detailnya diumumkan.