Bos PLN Klaim Siap Pulihkan Sambungan Transmisi Sumatera-Langsa
JAKARTA - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo mengungkapkan pihaknya tengah berupaya memulihkan sambungan transmisi Aceh dengan backbone sistem kelistrikan Sumatera.
Darmawan menjelaskan, hingga saat ini sistem kelistrikan Aceh masih belum pulih akibat robohnya beberapa infrastruktur kelistrikan usai tersapu banjir bandang.
"Ada transmisi dari Langsa ke Pangkalan Bandan juga terputus, maka sistem kelistikan Aceh terisolasi dari backbone Sumatera. Dari Sumatera Selatan sampai ke Aceh itu masih terisolasi," ujar Darmawan, Selasa, 9 Desember.
Darmawan mengaku ditugaskan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadali untuk segera memulihkan sistem kelistrikan.
“Tadi arahan dari Pak Menteri, kami semua siap menjalankan, memulihkan transmisi dari backbone Sumatera ke Langsa (Aceh),” sambung Darmawan.
Untuk memperbaiki sistem kelistrikan yang telah tersapu banjir bandang ini, PLN memutuhkan waktu selama lima hari ke depan.
Di sisi lain, PLN juga melakukan pemadaman secara bergilir karena terjadi kekurangan pasokan listrik sebesar 40 megawatt (MW).
“Perbaikan ini membutuhkan waktu sampai hari Minggu, di mana kami akan segera memulihkan Banda Aceh sampai hari Minggu nanti,” sambung Darmawan.
Sebagai langkah mengurangi frekuensi pemadaman listrik, PLN juga mendatangkan genset, utamanya untuk wilayah Banda Aceh yang mengalami kekurangan pasokan listrik sebesar 40 megawatt (MW).
Darmawan memohon maaf karena jaringan kelistrikan di Aceh belum pulih pascabanjir bandang dan tanah longsor.
Pasalnya, terjadi kerusakan masif pada sistem kelistrikan Aceh karena banjir bandang yang terjadi pada akhir November lalu.
Salah satu kerusakan yang terjadi adalah pada transmisi antara Bireun dan Arun terdapat 6 tower transmisi yang roboh tersapu banjir.
Baca juga:
Akibatnya, pembangkit milik PLN di Arun tidak dapat mengalirkan listrik ke Banda Aceh sehingga dilakukan pemadaman bergilir.
"Nah untuk itu, dalam hal ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Aceh," pungkas Darmawan.