Kemenhut Cek Temuan Longsor di Hulu DAS Dekat Padang dan Agam

PADANG - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan pemantauan dan akan mendalami fenomena terjadi longsor di hulu daerah aliran sungai (DAS) yang berpengaruh terhadap banjir dan longsor di wilayah Kota Padang dan Kabupaten Agam.

"Ternyata berdasarkan hasil citra satelit ada longsoran dalam jumlah yang sangat luar biasa, itu di hulunya di Suaka Margasatwa Barisa. Kami akan mengecek apakah satu minggu, dua minggu, tiga minggu sebelum terjadi bencana bagaimana situasi dan kondisi tegakkan dan tutupan lahannya," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) Hartono dilansir ANTARA, Selasa, 9 Desember.

Dia menjelaskan, dari citra satelit terlihat jarak lebih dari 11 kilometer dari titik longsor awal.

"Bisa dibayangkan dengan luasan sebegitu luas longsorannya, daya dorongnya, jumlah material, bahannya seperti apa, kayu yang terbawa seperti apa," tuturnya.

Kemenhut lewat BKSDA Sumbar bersama Mabes Polri sendiri sudah mengambil sampel kayu yang terbawa sampai pantai. Langkah itu dilakukan karena hulu sungai di kawasan konservasi tersebut berpengaruh dengan kondisi sejumlah lokasi terdampak di Kota Padang.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pemantauan drone pascakejadian banjir dan longsor di Palembayan, Kabupaten Agam untuk memeriksa kondisi hulu yang dapat menjadi faktor bencana ditambah dengan curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

"Untuk di Agam itu DAS Masang Kanan, ternyata di hulunya itu jaraknya kurang lebih 5 sampai 6 kilometer, ada longsoran yang dalam jumlah luas, yang sangat luas," jelas Hartono.

Hulu DAS Masang Kanan tersebut berada di Cagar Alam Maninjau, dengan pantauan citra satelit memperlihatkan kondisi kawasan itu dua pekan sebelumnya berada dalam situasi tegakan yang sangat bagus.

"Sehingga kami mengharapkan mungkin nanti kami akan berkoordinasi dengan Tim Mabes Polri juga dengan Polda untuk melakukan proses penyelidikan terkait dengan kejadian-kejadian yang menyebabkan terjadinya banjir bandang," tuturnya.