SEA Games 2025 Thailand Diterpa Masalah Layanan dan Logistik
JAKARTA – Kontingen dari sejumlah negara peserta SEA Games 2025 mengeluhkan persoalan transportasi, akomodasi, dan layanan makanan sehingga memaksa pihak penyelenggara harus bergerak cepat melakukan perbaikan.
Pesta olahraga multicabang dua tahunan negara-negara Asia Tenggara itu baru secara resmi dibuka pada Selasa, 9 Desember 2025, malam nanti. Belasan ribu atlet dari 11 negara datang Thailand.
The Nation melaporkan bahwa masalah-masalah yang muncul sebelum pembukaan membuat Ketua Kontingen Thailand, Thana Chaiprasit, harus menggelar pertemuan dengan perwakilan dari 10 negara peserta, kecuali Timor Leste.
Baca juga:
Pertemuan itu untuk membahas dan menindaklanjuti berbagai masalah yang muncul di fase awal penyelenggaraan, terutama yang berkaitan dengan manajemen layanan dan logistik.
Beberapa tim dilaporkan harus menunggu lima sampai enam jam di Bandara Suvarnabhumi untuk mendapatkan kendaraan menuju penginapan sehingga terlambat mengikuti upacara pengibaran bendera.
Jumlah bus antar-jemput menuju lokasi latihan juga dinilai tidak mencukupi sehingga memicu keterlambatan program latihan harian.
Di sektor konsumsi, tuan rumah diminta meningkatkan kualitas layanan setelah kotak makan siang menuai kritik. Sistem penyajian pun diarahkan untuk diganti menjadi prasmanan.
Negara yang memiliki kebutuhan makanan halal seperti Brunei, Malaysia, Indonesia, dan Timor Leste, juga meminta penyediaan menu halal sepenuhnya. Ini setelah temuan sajian campuran yang dinilai membuat atlet ragu mengonsumsi makanan hotel.
Selain itu, beberapa negara menyampaikan adanya miskomunikasi mengenai pengaturan akomodasi atlet.
Seluruh persoalan tersebut telah dilaporkan kepada dua pejabat Deputi Gubernur Sports Authority of Thailand, Preecha Laloon dan Meechai Inwood, dengan instruksi agar perbaikan dilakukan tanpa penundaan.
Thana memastikan setelah upacara pembukaan resmi pada 9 Desember 2025 dan dimulainya perebutan medali pada 10 Desember 2025, petugas khusus akan ditempatkan di titik-titik krusial untuk bekerja langsung bersama tim peserta guna memastikan penyelenggaraan berjalan lancar serta mengurangi potensi masalah.