Pelapor Khusus PBB Kecam Partisipasi Israel di Eurovision 2026
JAKARTA - Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, Francesca Albanese mengkritik keputusan yang mengizinkan Israel berpartisipasi dalam Kontes Lagu Eurovision 2026.
Dalam unggahan di media sosial X Minggu malam, Albanese menegaskan Israel tidak dikeluarkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, forum internasional lainnya, UEFA, FIFA, FIBA, atau acara budaya serupa.
"Genosida terus berlanjut karena telah menjadi hal yang lumrah, dan kemudian, seperti yang terjadi sekarang (dengan keputusan negara-negara Eropa untuk memboikot Kontes Lagu Eurovision karena partisipasi Israel), proses akuntabilitas dimulai dengan boikot Eropa," cuitnya dikutip dari WAFA (8/12).
Dalam unggahannya, Albanese mengkritik Kontes Lagu Eurovision dengan menggunakan gambar bertuliskan "Genevivision" yang mengingatkan pada konsep genosida.
Sebelumnya Belanda, Spanyol, Irlandia, Slovenia dan Belgia pada Hari Kamis pekan lalu secara resmi mengumumkan penarikan diri dari Kontes Lagu Eurovision 2026 sebagai protes terhadap partisipasi Israel.
Baca juga:
- Kebocoran Air di Museum Louvre Paris Merusak Ratusan Buku Koleksi Departemen Barang Antik Mesir
- Panglima Militer Israel Tetapkan Garis Penarikan Pasukan Sebagai 'Perbatasan Baru' di Gaza
- KBRI Yangon Segera Pulangkan 56 WNI yang Terdampak Penertiban Pusat Online Scam dan Judol
- PM Israel Berharap Tahap Kedua Gencatan Senjata di Gaza Segera Terwujud
Dikutip dari Antara, penarikan diri yang antara lain dilakukan RTVE (Spanyol), AVROTROS (Belanda), RTE (Irlandia) hingga RTVSLO (Slovenia) dilakukan lantaran European Broadcasting Union (EBU) tidak mengecualikan Israel dari gelaran tersebut.
Sementara itu, beberapa negara belum mengambil keputusan akhir. Austria selaku tuan rumah Eurovision 2026 mendukung pertisipasi Israel, sedangkan Jemran memperingatkan dapat menarik diri jika Israel dilarang berpartisipasi.