Masuk Musim Flu, Ini Tips bagi Orang Tua Atasi Stres saat Hadapi Anak yang Sedang Sakit
JAKARTA - Musim flu sering kali menambah beban emosional bagi ibu, antara kecemasan terhadap kesehatan anak, tekanan pekerjaan, dan tanggung jawab rumah tangga. Banyak ibu merasa panik setiap kali anaknya batuk atau demam, sehingga mereka tergoda untuk terus “menjelajah internet” mencari gejala. Padahal hal itu seringkali membuat kecemasan bertambah, bukan membantu.
Di tengah rasa khawatir itu, ada baiknya berhenti sejenak dan tarik napas dalam-dalam. Ibu bisa memilih untuk merespons dengan tenang, menyadari bahwa kekhawatiran adalah respons alami, tetapi belum tentu membawa solusi.
Salah satu langkah penting melansir Parents, Senin, 8 Desember adalah merencanakan logistik dengan baik. misalnya berbicara dengan atasan sekarang, atau menyiapkan orang yang bisa membantu menjaga anak bila sakit tiba-tiba. Dengan penyusunan cadangan sebelum sakit muncul, beban mental akibat kemungkinan cuti atau kehilangan penghasilan bisa berkurang.
Baca juga:
Secara emosional, praktikkan ketenangan dengan mindfulness, amati pikiran cemas tanpa harus terlarut di dalamnya. Ulang-ulanglah mantera penyemangat atau afirmasi sederhana, supaya Anda bisa meredam kecemasan akut. Kadang, alih-alih stres, masa merawat anak yang sakit bisa menjadi momen dekat dan penuh kasih. Seperti membaca buku bersama, membacakan cerita, atau sekadar mendekap mereka bisa memberi ketenangan bagi ibu sekaligus anak.
Juga penting diingat bahwa sistem imun anak perlu “latihan” dan pengalaman menghadapi flu beberapa kali di masa kecil bisa membuat tubuhnya kelak lebih tangguh.
Di samping itu, agar ibu stres tidak membebani tubuh dan pikiran secara terus-menerus, ibu bisa menerapkan gaya hidup sehat, misalnya cukup tidur, olahraga ringan atau jalan kaki, memberi waktu “me-time” meski sebentar, dan berbagi tugas rumah tangga bila memungkinkan. Ini akan membantu menjaga keseimbangan mental dan fisik ibu, agar tetap bisa menghadapi musim flu dengan lebih kuat dan tenang.