Percepatan Rehabilitasi Aceh Dimulai, Kementerian PKP Fokus Pulihkan Fasilitas Umum

JAKARTA - Pemulihan segera fasilitas publik seperti masjid, jalan lingkungan, serta ruang bermain anak, selain hunian pascabencana di Aceh kini tengah disiapkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

"Percepatan ini bukan untuk mendahului proses tanggap darurat, tetapi sebagai upaya paralel agar tidak terjadi kekosongan waktu ketika fase rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai," ujar Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Imran, dilansir dari ANTARA, Sabtu, 6 Desember.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian PKP bergerak cepat menangani dampak banjir besar yang melanda Aceh. Sejak Selasa (2/12), Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ara menekankan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi harus dimulai sejak masa tanggap darurat, agar pemulihan kondisi masyarakat bisa berlangsung secepat mungkin.

Sebagai langkah awal, dirinya sigap membentuk Satgas Percepatan pasca bencana yang terdiri dari tiga tim untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Tim Sumut dan Sumbar sudah bergerak lebih awal melakukan peninjauan lapangan, sementara tim yang bertugas ke Aceh harus berangkat menyusul akibat keterbatasan penerbangan.

Saat berada di Aceh, Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Imran, didampingi Direktur Sistem dan Strategi Pembangunan Perumahan Perdesaan Hari Rubiyanto dan Staf Khusus Menteri Salamuddin Daeng, langsung menggelar pertemuan strategis dengan Pemerintah Aceh.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Istri Gubernur Aceh Marlina Muzakir dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh T. Aznal Zahri.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kementerian PKP menyampaikan permohonan maaf atas kedatangan yang mendadak, sekaligus menjelaskan urgensi instruksi Menteri Ara untuk melakukan percepatan penanganan secara terukur dan responsif.

"Kami mohon maaf jika kedatangan kedatangan yang mendadak, sekaligus menjelaskan instruksi khusus Menteri Ara yang meminta percepatan penanganan dilakukan secara terukur dan cepat," kata Imran.