Komisi Eropa Akan Selidiki Dugaan Antimonopoli Meta Terkait Integrasi AI di WhatsApp
JAKARTA – Brussel, ibu kota Belgia, berencana melakukan investigasi terhadap Meta Platforms. Penyelidikan ini fokus pada dugaan antimonopoli pada fitur Kecerdasan Buatan (AI) di aplikasi WhatsApp.
Berdasarkan laporan Financial Times, Komisi Eropa akan membuka penyelidikan ini. Selama investigasi berjalan, Komisi akan mempelajari bagaimana Meta mengintegrasikan sistem Meta AI ke dalam layanan pesan populernya.
Chatbot AI ini terintegrasi di hampir seluruh layanan Meta, termasuk Instagram dan Facebook. Integrasi ke dalam WhatsApp pun diketahui telah diluncurkan di seluruh pasar Eropa sejak Maret tahun ini.
Penyelidikan ini pun mengikuti langkah Italia dalam mengawasi Meta. Badan Pengawas Antimonopoli Italia sudah membuka penyelidikan dengan tuduhan serupa sejak Juli lalu. Penyelidikan ini diketahui telah diperluas pada November 2025.
Baca juga:
- Regulator Eropa Cermati Sistem Pelacakan Iklan Apple, Kekhawatiran Soal Privasi dan Persaingan Menguat
- Regulator Irlandia Selidiki TikTok dan LinkedIn atas Mekanisme Pelaporan Konten Ilegal
- Beri Bantuan Starlink ke Wilayah Bencana di Aceh dan Sumatra, TNI AD Masih Pikirkan Soal Biaya
- Cloudflare: Serangan DDoS Meningkat selama 2025, Indonesia Paling Banyak
Lembaga tersebut tengah menguji apakah Meta memblokir chatbot pesaing dalam menggunakan platform perpesanannya. Jika terbukti memblokir pesaingnya, Meta akan dituduh menyalahgunakan dominasinya di pasar Eropa.
Meta belum menanggapi rencana Komisi Eropa, tetapi perusahaan tersebut sudah menanggapi penyelidikan Italia. Menurutnya, penyelidikan tersebut 'tidak berdasar'. Untuk penyelidikan antimonopoli terbaru dari Komisi Eropa, Meta mengaku belum menerima rincian penyelidikannya.
Komisi Eropa diperkirakan akan mengumumkan investigasinya terhadap Meta dalam beberapa hari mendatang. Penyelidikan ini akan dilakukan berdasarkan aturan antimonopoli tradisional, bukan Undang-Undang Pasar Digital (DMA).