Eks Personel Cradle of Filth Gugat Dani Filth ke Meja Hijau
JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari kancah musik keras. Vokalis Cradle of Filth, Dani Filth, harus menghadapi gugatan hukum dari mantan rekannya di band.
Penggugat, yang mengajukan berkas hukum di Arizona, AS, mencakup nama-nama yang pernah menghuni formasi Cradle of Filth. Mereka adalah Zoe Marie Federoff (kibordis 2022-2025), Marek ‘Ashok’ Šmerda (gitaris 2014-2025), Paul Allender (gitaris 1992-1995 dan 1999-2014), Richard Shaw (gitaris 2014-2022), Lindsay Matheson (kibor 2013-2020), dan Sasha Baxter (model video klip).
Menurut laporan NME, dalam dokumen gugatan yang diajukan ke pengadilan, mantan personel menuding Dani Filth—yang memiliki nama asli Daniel Lloyd Davey—melakukan sejumlah pelanggaran serius.
Beberapa poin keluhan utama dalam gugatan tersebut meliputi dugaan pelanggaran hak cipta, penyalahgunaan citra para penggugat dalam merchandise, pencemaran nama baik, royalti yang tidak dibayarkan untuk pertunjukan langsung dan rekaman, serta penggunaan hak cipta tanpa izin.
Adapun aksi hukum ini muncul setelah Federoff dan Šmerda secara terbuka mengungkapkan alasan mereka cabut dari band tahun ini. Keduanya menyebut bayaran rendah dan tingkat stres yang tinggi sebagai faktor utama di balik keputusan tersebut.
Šmerda pada saat itu menulis bahwa ia dan Federoff merasa band tidak lagi memedulikan masa depan mereka.
Baca juga:
"Di antara alasan-alasan lain, ini adalah pekerjaan yang banyak dengan bayaran yang relatif rendah, tingkat stresnya cukup tinggi, dan kami sudah lama tidak merasa bahwa band ini benar-benar memprioritaskan atau peduli terhadap anggotanya,” kata Šmerda, dikutip NME, Selasa, 2 Desember.
Gitaris asal Ceko itu juga menyinggung kolaborasi band dengan Ed Sheeran sebagai salah satu pemicu keputusan hengkangnya, yang ia anggap sebagai "ulah badut yang konyol."
Di samping itu, setelah Federoff dan Šmerda hengkang dari band, Dani Filth sempat membagikan cerita versinta, bahkan mengunggah tangkapan layar percakapan teks antara Šmerda dengan manajer band, Dez Fafara.
Filth mengklaim bahwa kontrak yang ditandatangani oleh anggota band dimaksudkan sebagai draf kasar dan ditandatangani terburu-buru demi memulai tur, yang ia akui sebagai kesalahan.
Sang frontman juga membeberkan drama yang terjadi selama tur Amerika Selatan, yang disebutnya sebagai pemicu kepergian Federoff dan Šmerda. Ia menuduh pasangan tersebut terlibat perkelahian dalam keadaan mabuk, termasuk insiden yang diklaim terjadi di depan para penggemar yang berkumpul untuk sesi meet and greet.