Kemenpora Salurkan Bantuan Alat Olahraga Pasca Bencana untuk Daerah Terdampak Banjir

JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal menyalurkan bantuan alat-alat olahraga kepada daerah terdampak bencana alam banjir di Sumetera. Bantuan itu akan disalurkan setelah bencana sebagai bagian dari pemulihan.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengatakan bahwa berbagai peralatan olahraga seperti bola kemungkinan besar sudah didistribusikan bulan depan, mengikuti anggaran tahun yang akan datang.

"Kami nanti akan memberikan alat-alat olahraga, tetapi setelah bencana. Kami berikan kebahagiaan lagi, bukan hari ini," ujar Erick di Jakarta.

Banjir yang merendam beberapa wilayah di Sumetera disertai longsor tidak hanya memakan banyak korban jiwa, tetapi juga merusak rumah dan berbagai fasilitas umum, seperti pendidikan serta sarana dan prasarana olahraga.

Berbagai pihak mulai mendesak Pemerintah agar segera menetapkan banjir di Sumatera menjadi bencana nasional karena skalanya yang semakin besar dan dampak yang ditimbulkan.

"Kami, Kemenpora, turut berdukacita kepada para korban bencana yang ada di Sumatera. Kami tentu akan berperan aktif setelahnya. Kami ingin juga bantu, hibur kebahagiaan kepada semua yang terkena dengan tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) kami," kata Erick.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir Sumatera dan Aceh telah mencapai 604 jiwa. Selain itu, sebanyak 464 orang masih dinyatakan hilang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan setidaknya 290 ribu orang mengungsi akibat bencana yang melanda 46 kabupaten dan kota tersebut serta setidaknya 2.800 rumah rusak—baik ringan, sedang, maupun berat.

Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa situasi di lapangan masih sangat dinamis. BNPB, bersama TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta Pemerintah Daerah masih bekerja untuk melakukan pencarian dan pertolongan, penyaluran bantuan logistik, serta pembukaan akses wilayah terisolasi.

"Kondisi di tiga provinsi terdampak cukup berat, terutama karena akses transportasi banyak yang terputus. Namun, tim terus berupaya maksimal membuka akses dan mempercepat pencarian korban," kata Abdul.