Kuasa Hukum Tasya Farasya Bantah Keras Isu Uang Rp 35 Miliar Telah Dikembalikan

JAKARTA - Di tengah proses perceraian yang memanas, tim kuasa hukum Tasya Farasya meluruskan rumor yang beredar mengenai pengembalian uang oleh mantan suaminya. Mereka dengan tegas membantah bahwa uang yang diduga digelapkan telah dikembalikan.

Sangun Ragahdo menyatakan bahwa hingga detik ini, belum ada sepeser pun uang yang diterima kembali oleh Tasya Farasya.

"Di sini kami ingin meluruskan bahwa hingga detik ini, hingga saat ini, hingga hari ini, satu peser pun uang belum pernah ada yang dikembalikan," tegasnya di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 26 November.

Rumor yang beredar di luar sana justru menyebutkan bahwa permasalahan uang tersebut telah diselesaikan. Hal ini membuat pihak Tasya merasa heran, karena tidak ada itikad baik yang mereka lihat dari pihak seberang.

Bahkan, jumlah uang yang dirumorkan dikembalikan jauh di bawah angka sebenarnya. Sangun menyebut bahwa bukti yang mereka pegang menunjukkan adanya dugaan penggelapan dana tidak kurang dari Rp 35 Miliar.

"Sedangkan bukti-bukti yang kami pegang ini, sebetulnya jumlah uang yang kami duga adanya tindak pidana penggelapan ini tidak kurang dari Rp 35 Miliar Rupiah," ungkapnya.

"Jangankan mau di bawah Rp 10 M, Rp 100 juta pun belum pernah ada kembali."

Tasya Farasya awalnya memilih untuk bersikap diam dan bahkan mengikhlaskan kerugian finansial yang diduga mencapai Rp 35 Miliar. Menurut kuasa hukumnya, Mohammad Fattah Riphat, keputusan ini diambil semata-mata demi menjaga nama baik keluarga dan masa depan anak-anaknya.

"Sebenarnya Tasya sangat luar biasa lho. Dia uang sebesar itu, dia enggak pikirin. Dia berusaha untuk, 'Udah jangan diangkat, kalau bisa dilupakan aja'," ungkap Riphat.

Tasya disebut sangat memikirkan bagaimana anak-anaknya kelak akan melihat berita-berita mengenai konflik orang tuanya. Ia berusaha menjaga nama baik sang mantan suami meskipun merasa sangat disakiti.

Namun, kesabaran Tasya tampaknya telah habis. Langkah banding yang diajukan mantan suaminya, ditambah dengan beredarnya rumor bohong mengenai pengembalian uang, membuatnya merasa ditantang.

"Kok jadi ngelunjak begitu gitu kan. Kita baik-baik, kita mau semuanya baik, tapi kok malah bikin berita bohong seperti itu," ujar Riphat, menyuarakan kekecewaan kliennya.

Kini, pihak Tasya Farasya menyatakan siap untuk "berperang" apabila memang itu yang diinginkan oleh pihak seberang. Mereka menegaskan telah mengantongi bukti-bukti kuat, termasuk hasil audit keuangan perusahaan dan pembangunan rumah.

"Kalau kita mau fight, ya kita fight kalau gitu. Kita baik-baik mereka begitu, ya udah kita fight, fight aja," tegas Riphat. Sikap Tasya yang awalnya ingin damai kini telah berubah menjadi kesiapan untuk menghadapi pertarungan hukum yang lebih serius.