KLH Dukung Penggunaan Recycle Dropbox untuk Perkuat Ekosistem Daur Ulang Sampah di Masyarakat

JAKARTA - Timbunan sampah di seluruh Indonesia berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI pada 2024, menunjukkan lebih dari 37,3 ton per tahun, dengan sampah yang berhasil dikelola hanya 32,2 persen atau setara dengan 12 juta ton per tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang baik dan benar perlu dilakukan tak hanya oleh pemerintah, tetapi juga dari pihak swasta dan yang terpenting dari masyarakat.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam daur ulang sampah adalah dengan menggunakan recycle dropbox, yang diletakkan di beberapa lokasi. Recycle dropbox sampah merupakan tempat penampungan khusus yang dibuat untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah, seperti sampah kemasan, elektronik, atau limbah berbahaya dan beracun.

KLH sangat mendukung program dropbox untuk memperkuat ekosistem daur ulang sampah, seperti yang dilakukan oleh MR.D.I.Y Indonesia bekerja sama dengan Rekosistem.

“Kami menyambut baik insiatif MR.D.I.Y Indonesia dan Rekosistem yang selaras dengan arah kebijakan nasional pengelolaan sampah berkelanjutan,” kata Agus Rusly, S.Pi., M.Si, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI, di Jakarta, Rabu, 26 November 2025.

“Partisipasi aktif sektor swasta seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik dan memperluas dampak gerakan Menuju Indonesia Bebas Sampah 2029,” tambahnya.

Adapun recycle dropbox tersebut tersedia pada 52 toko MR.D.I.Y, yang bisa diakses pelanggan untuk melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah sehari-hari.

Pemantauan data sampah yang terkumpul didukung oleh dashboard online dari Rekosistem, yang menampilkan volume dan jenis sampah secara real-time untuk memastikan transparansi dan akurasi data pengelolaan sampah di setiap lokasi.

“Melalui perluasan program Recycle Dropbox, kami ingin menghadirkan cara yang sederhana dan mudah diakses bagi pelanggan untuk berkontribusi secara positif dan nyata terhadap lingkungan,” pungkas CFO MR.D.I.Y Indonesia, Rika Juniaty.