Minat Konsumen Bergeser, Penjualan Smartphone Premium di Indonesia Melejit
JAKARTA - Laporan terbaru dari NielsenIQ (NIQ) menunjukkan telah terjadi pergeseran minat konsumen smartphone, dari perangkat entry-level (di bawah Rp5 juta) ke level mid dan kelas premium atau flagship.
Dalam lapoan tersebut, terlihat penjualan smartphone di kelas harga Rp5 juta – Rp10 juta dan smartphone di atas Rp10 juta mengalami peningkatan sepanjang Januari–September 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kita bisa lihat bahwa dua segmen di tengah itu mengalami kenaikan terutama yang premium segmen itu naik jadi 30-32% market share sedangkan yang middle itu 20,6%," kata Director Tech and Durables Commercial Lead NIQ Indonesia, Bramantiyoko Sasmito dalam acara Selular Digital Economy & Telco Outlook 2026, Rabu, 26 November.
Ia menjelaskan bahwa pergeseran kondisi ini relevan dengan kondisi pemasukan masyarakat Indonesia yang tengah melemah. "Tahun 2025, purchase income masyarakat itu lagi melemah. Sehingga make sense yang lower income, lower price premium itu terkontraksi, sedangkan yang premium masih mengalami kenaikan," jelasnya.
Dari sisi unit, porsi pengiriman smartphone premium di harga lebih dari Rp10 juta mencapai 6,7 persen, untuk segmen Rp5 juta – Rp10 juta pengiriman mencapai 10,6 persen. Sedangkan sisanya, pengiriman smartphone masih didominasi oleh smartphone lower price atau di bawah Rp5 juta.
Baca juga:
- Gandeng Google Cloud, Alibaba, dan Qualcomm: HONOR Percepat Inovasi AI
- Samsung dan SK Telecom Berkolaborasi dalam Kembangkan Teknologi Inti 6G
- TikTok Luncurkan Deretan Fitur Baru untuk Dukung Pengguna Ciptakan Kebiasaan Digital Sehat
- Google Gelar Gemini Academy di Balikpapan, Bekali Keterampilan AI 2.000 Guru
Kendati demikian, dari sisi nilai transaksi, segmen premium menjadi penyumbang terbesar. Produk di atas Rp10 juta berkontribusi 31,7 persen terhadap total nilai penjualan smraphone, disusul segmen Rp5 juta – Rp10 juta yang menyumbang 20,6 persen.
Dalam survei global dan Indonesia yang dilakukan Nielsen, konsumen menyebut bahwa faktor terpenting dalam memilih smartphone bukan hanya harga, tetapi relevansi dan kualitas.
"Kondisi ekonomi yang menekan memang membuat segmen low-end terkontraksi. Namun konsumen yang punya kebutuhan lebih tinggi tetap mencari produk premium yang relevan dan berkualitas," jelasnya.