Pelatih Spanyol Kritik Barcelona terkait Cedera Lamine Yamal
JAKARTA - Pelatih Tim Nasional (Timnas) Spanyol, Luis de la Fuente, mengkritik kurangnya komunikasi dengan Barcelona terkait kondisi kebugaran Lamine Yamal.
Dia mengatakan La Roja seharusnya diberi tahu sebelumnya tentang perawatan yang membuatnya keluar dari kamp latihan pada Senin, 10 November 2025, waktu setempat.
Yamal masuk dalam skuad Spanyol untuk pertandingan melawan Georgia dan Turki selama jeda internasional ini, tetapi menjalani apa yang disebut Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) sebagai prosedur radiofrekuensi invasif pada Senin yang mengharuskan istirahat antara tujuh dan 10 hari.
Sang penyerang telah tampil tiga kali untuk Barcelona pekan lalu--bermain 88 menit melawan Elche, 90 menit melawan Club Brugge, dan 89 menit melawan Celta Vigo--setelah berjuang melawan masalah pangkal paha dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga:
"Lamine bergabung karena kami tidak tahu ada masalah. Dia tidak tahu persis apa yang telah dilakukan."
"Dia tidak tahu proses pemulihannya, atau konsekuensinya. Kami tidak tahu apa-apa. Dia harus pulang," kata De la Fuente kepada radio Cadena COPE pada Selasa, 11 November 2025, waktu lokal.
Mengelola kebugaran Yamal telah menjadi masalah yang berkelanjutan musim ini, dengan Manajer Barcelona, Hansi Flick, menuduh Timnas Spanyol tidak memerhatikan sang pemain pada September 2025.
Yamal kemudian terpaksa mundur dari skuad Spanyol berikutnya pada Oktober 2025.
"Kita harus memerhatikan (Yamal). Saya pikir dia kembali ke level terbaiknya, tetapi ini belum berakhir, jadi cedera ini belum selesai."
"Kita harus memerhatikannya, bukan hanya kami, tetapi juga Timnas Spanyol," kata Flick pada akhir pekan kemarin.
Lebih lanjut, De la Fuente berusaha meredam perselisihan tersebut pada Selasa, menyangkal bahwa dia tidak senang dengan penanganan Flick terhadap masalah tersebut.
"Yang dibutuhkan ialah komunikasi, hubungan yang baik, dan berbagi informasi. Dalam kasus ini, tidak ada."
"Saya tidak bisa mengatakan apakah (prosedur itu) seharusnya dilakukan atau tidak, itu tergantung pada klubnya."
"Kami tidak tahu bahwa itu akan dilakukan sebelumnya. Seharusnya kami diberi tahu tentang perawatan itu sebelumnya, bukan sesudahnya," ujar De la Fuente.
Pada Rabu, 12 November 2025, Presiden Barcelona Joan Laporta membantah bahwa klub Catalan itu menyembunyikan informasi dari federasi.
Dia mengatakan kepada Radio Catalunya bahwa pihaknya memberi tahu La Roja segera setelah mengetahuinya.
"Ketika dokter yang merawatnya memberi tahu kami bahwa ia perlu istirahat 10 hari, kami memberi tahu Timnas Spanyol."
"Kami menghormati semua orang, kami tidak berusaha menimbulkan masalah. Kami berusaha memulihkan para pemain kami dengan kecepatan yang terbaik bagi kami."
"Dokter ini datang pada Senin, beliau seorang ahli dan merekomendasikan perawatan ini. Kami ingin Lamine tersedia untuk klub."
"Waktu istirahatnya bertepatan dengan pertandingan Timnas Spanyol, tetapi saya rasa itu tidak akan mengganggu peluang tim untuk lolos (Piala Dunia 2026 ) karena mereka sudah jauh lebih siap."
"Kami melakukan apa yang harus kami lakukan demi kepentingan terbaik Barcelona," tutur Laporta.
Yamal telah menjadi pemain kunci bagi Spanyol asuhan De la Fuente, menjadi bintang saat mereka memenangi Euro 2024 dan mencapai final UEFA Nations League 2025, menjelang Piala Dunia 2026.
Sang pelatih membantah bahwa ia merasa telah kurang dihormati oleh Barcelona dalam perselisihan terbaru ini.
"Ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada Luis de la Fuente, yaitu perasaan sebuah negara, sebuah Timnas Spanyol."
"Itulah yang kurang. Saya harus tetap tenang. Posisi saya tidak memungkinkan untuk bersikap dramatis atau mudah tersinggung. Ini tanggung jawab yang besar. Saya mewakili seluruh negara," ujar De la Fuente.