Intelijen Korsel: Korut Kirim 5.000 Pasukan Konstruksi ke Rusia
JAKARTA - Korea Utara (Korut) telah mengirimkan sekitar 5.000 pasukan konstruksi ke Rusia sejak September untuk membantu proses membangun kembali infrastruktur.
"Rekonstruksi infrastruktur," ujar anggota parlemen Korea Selatan (Korsel), Lee Seong-kweun pada Selasa waktu setempat, setelah pengarahan dari badan intelijen Seoul, dikutip dari AFP, Rabu 5 November.
Lee Seong menuturkan, ribuan pasukan konstruksi Korut dipindahkan ke Rusia secara bertahap sejak September dan diperkirakan akan dimobilisasi untuk rekonstruksi infrastruktur.
Pemimpin Korut, Kim Jong Un dianggap semakin berani menghadapi perang di Ukraina, mengamankan dukungan penting dari Rusia setelah mengirimkan ribuan pasukan untuk bertempur bersama pasukan Rusia.
Ia menambahkan bahwa "tanda-tanda pelatihan dan seleksi personel yang berkelanjutan dalam persiapan pengerahan pasukan tambahan telah terdeteksi."
Baca juga:
Menurut Lee, Badan intelijen tersebut telah mendapati informasi bahwa sekitar 10.000 pasukan Korut diperkirakan sedang dimobilisasi ke dekat perbatasan Rusia-Ukraina.
Berdasarkan perkiraan Korsel, setidaknya 600 tentara Korut tewas dalam perang Ukraina dan ribuan lainnya menderita luka-luka.
Para analis mengatakan Korut menerima bantuan keuangan, teknologi militer, serta pasokan makanan dan energi dari Rusia sebagai imbalan atas pengiriman pasukan.
Hal ini memungkinkannya untuk menghindari sanksi internasional yang keras yang dijatuhkan atas program nuklir dan misilnya yang dulunya merupakan alat tawa r-menawar penting bagi Amerika Serikat.