Profil Abdul Wahid Gubernur Riau dan Karier Politiknya
YOGYAKARTA – Profil Abdul Wahid Gubernur Riau akan dikenang sebagai pemimpin tersingkat yang langsung terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seperti diketahui, Abdul Wahid baru dilantik sebagai Gubernur Riau pada 20 Februari 2025 dan terjaring OTT KPK di Riau pada Senin, 3 November 2025.
Profil Abdul Wahid Gubernur Riau
Dilansir dari situs resmi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Abdul Wahid lahir pada 21 November 1980 di Dusun Anak Peria, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Abdul Wahid tidak lahir dari keluarga kaya. Ia bahkan diboyong orang tuanya pindah dari tempat lahirnya ke desa terpencil untuk membuka kebun kelapa.
Abdul Wahid menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Provinsi Riau. Ia menempuh pendidikan tingkat dasar di SD Negeri Sei Simbar dan berhasil lulus pada tahun 1994. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah pertama di MTs Sei Simbar dan lulus tahun 1997.
Pasca kelulusannya di MTs, Abdul Wahid mulai beranjak. Ia menempuh pendidikan tingkat SMA di Ibukota Kabupaten, Tembilahan, tepatnya di MA Tembilahan. Belum sampai lulus sang kakak memboyong Abdul Wahid untuk mondok di Pondok Pesantren Ashhabul Yamin di daerah Lasi Tuo Kecamatan Ampek Angkek Candung Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Setelah lulus dari ponpes, Abdul Wahid pulang ke Riau. Di provinsi itu ia melanjutkan pendidikan tingkat sarjana (S1) di IAIN SUSKA Riau sekarang UIN SUSKA Kota Pekanbaru dengan mengambil jurusan pendidikan agama islam.
Rekam Jejak Abdul Wahid
Selama kuliah di UIN SUSKA, Abdul Wahid aktif berorganisasi dan dikenal sebagai salah satu aktivis kampus. Tak hanya aktif pergerakan, Abdul Wahid juga aktif di berbagai organisasi kepemudaan terutama yang berkaitan dengan sosial keagamaan. Dari situ pula ia memutuskan bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Abdul Wahid memilih PKB dipengaruhi oleh latar belakang santrinya.
Tidak hanya menjadi anggota di PKB, Abdul Wahid kala itu menjabat sebagai Wakil Sekretaris PC HMI periode 2002–2003. Di partai PKB sendiri ia dipercaya sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Riau untuk periode 2002–2004 dan 2004–2009.
Karier politiknya berhasil melejit pertama kali pada tahun 2009. Kala itu ia sukses menjadi DPRD Provinsi Riau serta ditunjuk menjadi ketua Fraksi Gabungan. Ia kembali mencalonkan diri di Pemilu 2014 dan berhasil meraih suara dengan periode jabatan 2014-2019.
Setelah menjabat sebagai DPRD dua periode, Abdul Wahid mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI di Pemilu 2019 dan berhasil lolos ke Senayan. Selama menjadi anggota DPR RI Abdul Wahid dikenal cukup vokal menyuarakan aspirasi masyarakat Riau terutama di bidang pembangunan infrastruktur dan pendidikan.
Baca juga:
Setelah menjabat sebagai DPR RI, Abdul Wahid memutuskan maju sebagai calon Gubernur Riau berpasangan dengan S. F. Hariyanto sebagai wakilnya. Dalam pemilihan tersebut keduanya berhasil lolos sebagai gubernur dan wakil gubernur untuk periode 2025-2030. Prabowo Subianto melantik Abdul Wahid sebagai Gubernur Riau 20 Februari 2025.
Itulah informasi terkait profil Abdul Wahid Gubernur Riau. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.