Ini Isi Memo Rusia Terkait Ukraina Penyebab Trump-Putin Batal Bertemu di Hongaria

JAKARTA - Rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Hongaria dalam waktu dekat dikabarkan batal. 

Kabar itu datang dari laporan surat kabar berbasis di Inggris Raya, Financial Times. Saat dikonfirmasi Tass, Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, menolak berkomentar terkait kabar tersebut.

"Saya tidak ingin mengomentari laporan surat kabar ini," kata Dmitry, dikutip dari Tass.

Dalam laporan Financial Times, pertemuan Putin-Trump batal karena Moskow mengirimkan memorandum mengenai Ukraina.

Mengutip DW, memorandum Rusia berisi tuntutan terhadap Ukraina untuk menyerahkan sebagian besar wilayahnya, mengurangi pasukannya, dan membatalkan rencana untuk bergabung dengan NATO.

Para pejabat AS menyimpulkan bahwa Rusia tidak mau berkompromi atas hadirnya memorandum tersebut.

Sedianya Putin-Trump dijadwalkan bertemu di Budapest, Hongaria. Pertemuan dijadwalkan berlangsung kurang lebih dua pekan dari kesepakatan keduanya dalam percakapan telepon pada Jumat 17 Oktober WIB.

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban telah menyatakan siap menjadi tuan rumah pertemuan tersebut dan menjamin keamanan selama perjumpaan kedua pemimpin negara yang kerap berselisih itu.

Lebih jauh, Dmitry menjelaskan, kabar yang beredar terkait batalnya pertemuan sebaiknya ditinjau ulang lagi dengan hasil pembahasan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov dan Menlu AS Marco Rubio sebelumnya. 

"Saya hanya menyarankan agar semua orang mengingat kembali kata-kata yang digunakan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia dan Departemen Luar Negeri AS setelah percakapan antara Lavrov dan Rubio," tutur Dmitry.

"Ada kata-kata dan penilaian yang sangat berbeda," sambungnya.