Nwaneri Kembali Jadi Sorotan di Carabao Cup, Rebut Kesempatan Bersinar untuk Arsenal

JAKARTA - Ethan Nwaneri baru berusia 18 tahun, tapi ia harus menunggu momen seperti ini. Dia merupakan salah satu bintang Arsenal yang sedang naik daun musim lalu, tetapi keberuntungan kurang berpihak kepadanya untuk bisa melanjutkan kiprah di tim utama The Gunners.

Namun, penampilan penuh saat Arsenal melibas Brighton & Hove Albion di Carabao Cup pada Kamis, 30 Oktober 2025, dini hari WIB, membuatnya kembali jadi sorotan.

Nwaneri mencetak gol pembuka yang krusial dalam kemenangan 2-0 atas Brighton yang menjadi pengingat akan bakatnya.

Penyelesaiannya sangat indah, begitu pula gerakan sebelumnya ketika Mikel Merino dengan gemilang memberikan umpan kepada bek Myles Lewis-Skelly untuk mengirim assist kepada Nwaneri.

Nwaneri lantas melepaskan tendangan first-time yang cantik melewati kiper Brighton, Jason Steele, dan masuk ke sudut jauh gawang.

Gol pada menit ke-57 itu mengubah kedudukan untuk keunggulan tuan rumah, sebelum pemain pengganti Bukayo Saka mencetak gol kedua dengan 14 menit tersisa. Hal itu cukup menempatkan Arsenal di perempat final Carabao Cup dan bakal menjamu Crystal Palace.

Tidak pernah mudah bagi pemain muda yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian untuk kembali, terutama ketika mereka memanfaatkan kesempatan sebaik yang dilakukan Nwaneri musim lalu.

Dengan Saka yang cedera, Nwaneri tiba-tiba diminta untuk menggantikan pemain yang paling mengancam secara konsisten.

Dia menjadi starter di delapan dari 11 pertandingan sejak Februari hingga April 2025 sebelum Saka pulih dari masalah hamstring.

Ia menunjukkan performa yang kemudian memberinya kontrak baru berdurasi lima tahun yang menguntungkan.

Namun, yang terjadi selanjutnya ialah penguatan skuad Arsenal. Hal itu membuatnya menghadapi persaingan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendapatkan tempat.

Arsenal merekrut Noni Madueke untuk melapis Saka, sementara Eberechi Eze datang untuk memperkuat posisi gelandang serang yang lebih sentral.

Kedatangan rekrutan baru itu membuat Nwaneri tersisih. Hanya saja, dia kembali membuktikan kelayakan untuk bersaing engan nama-nama besar.

Kembalinya ke starting line-up pada Kamis, 30 Oktober 2025--untuk kedua kalinya musim ini--dibayangi oleh kegembiraan di sekitar lulusan akademi Hale End lainnya, seperti Max Dowman, yang pada usia 15 tahun 302 hari menjadi pemain termuda yang pernah menjadi starter untuk Arsenal.

Dowman ialah percikan paling cemerlang di babak pertama yang kompetitif, mengecoh Diego Gomez dan Maxim De Cuyper dari Brighton, dan energi yang ia hasilkan di stadion setiap kali melewati seseorang dengan bola yang menempel di kaki kirinya sulit ditiru.

Nwaneri membangkitkan perasaan serupa dengan kontribusi penting, sebuah gol indah dengan kaki kiri terbukti sangat efektif saat memotong dari sisi kanan, seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya. Itu adalah gol pertama Nwaneri sejak April 2025.

"Dia (Nwaneri) benar-benar hebat. Dia juga bermain beberapa hari yang lalu (melawan Atletico Madrid). Dia akan memiliki peluang-peluang itu."

"Ketika dia mendapatkannya, dia harus memaksimalkannya. Saya pikir dia mencetak gol dengan sangat baik."

"Dia melakukan beberapa aksi yang tidak terlalu efektif, tetapi yang saya suka ialah dia terus mencoba, mengambil risiko, dan dia tidak mengubah tekad atau perilakunya untuk mewujudkan sesuatu. Pada akhirnya dia mendapatkan hadiah berupa gol yang brilian," kata Manajer Arsenal, Mikel Arteta.

Inilah yang diinginkan Arteta dari laga-laga seperti ini. Pemain-pemain cadangan memanfaatkan momen mereka untuk mempertahankan momentum positif di sekitar klub.

Ini adalah kemenangan kedelapan berturut-turut mereka di semua ajang dan clean-sheet ke-11 mereka dalam 14 pertandingan.

Manajer The Gunners melakukan 10 perubahan, dengan hanya Eze yang mempertahankan tempatnya di susunan pemain pertama. Tak pelak, ada rasa harmonis sebagai hasilnya, dengan Andre Harriman-Annous juga melakukan debutnya dengan memimpin lini depan.

Dua gol dari permainan terbuka menjadi balasan efektif bagi The Gunners yang meningkatkan level permainan mereka di babak kedua.

Setelah gol pembuka Nwaneri, Harriman-Annous mendapat umpan terobosan, lalu tembakannya ditepis Steele. Bola muntah jatuh ke Saka, yang kemudian menyambar bola muntah tersebut.

Saka masuk beberapa menit sebelumnya untuk menggantikan Dowman, yang kemudian meninggalkan lapangan disambut tepuk tangan meriah.

"Dia (Dowman) tersenyum kecil (ketika saya memberi tahu dia akan bermain). Itulah yang akan Anda dapatkan darinya."

"Baginya, semuanya alami, semuanya baik-baik saja. Itulah cara dia bermain. Itulah rahasianya, dia tidak terlalu mempermasalahkannya."

"Dia hanya melakukan apa yang terbaik baginya, yaitu bermain sepak bola dengan penuh keberanian dan tekad."

"Hari ini dia kembali menunjukkan keterampilan yang luar biasa, kemampuan untuk berlari melewati pemain-pemain Liga Inggris (pada usia) 15 tahun, itu sesuatu yang sungguh istimewa."

"Yang pasti (dia ingin bermain di Liga Inggris), kalau ditanya, pasti. Itulah yang harus kami atur. Bukan hanya itu, ada banyak hal baru dalam hidupnya."

"Kami semua perlu sadar untuk menyemangatinya, tapi mari kita juga melindunginya. Ketika kami membutuhkan (para pemain akademi), mereka ada di sana dan siap," kata Arteta.

Nwaneri termasuk di antara mereka yang berada di Stadion Emirates yang mengambil langkah untuk membuktikan hal itu.