Filipina Resmi Jabat Ketua ASEAN 2026, KTT Bakal Fokus Sengketa Laut China Selatan

JAKARTA - Filipina resmi menerima jabatan sebagai Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk 2026.

Agenda sengketa wilayah di Laut Cina Selatan akan menjadi fokus Filipina ketika Manila menggelar KTT ASEAN tahun 2026.

Secara simbolis Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyerahkan kepemimpinan ASEAN 2026 kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos pada penutupan pertemuan puncak KTT ASEAN 2025 di Kuala Lumpur.

“Pada hari pertama tahun 2026, ASEAN akan memulai babak baru,” kata Anwar, dikutip dari AFP. 

Kepemimpinan ASEAN untuk 2025 dipegang oleh Malaysia. Salah satu agenda dalam KTT ASEAN 2025 adalah bergabungnya Timor Leste dalam blok regional Asia Tenggara tersebut.

Filipina diketahui menjadi satu dari empat negara anggota ASEAN, bersama dengan Brunei, Malaysia, dan Vietnam, yang saling mengklaim Laut China Selatan.

Keempat negara itu bersengketa dengan China yang juga memiliki klaim kedaulatan yang luas atas jalur perairan strategis tersebut, meskipun ada putusan internasional pada tahun 2016 yang menyimpulkan bahwa hal ini tidak memiliki dasar hukum.

Ketegangan antara China dan Filipina, khususnya terkait Laut China Selatan yang disengketakan terjadi secara berkala. 

"Laut China Selatan baru menjadi fokus ketika insiden di darat memanas... dan memang telah memanas," ujar seorang diplomat Asia Tenggara di KTT ASEAN, yang berbicara dengan syarat anonim.