TNI AD Pelatihan MBG di Singapura, KSAD: Biaya Ditanggung Militer Singapura
JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan pihak militer Singapura menanggung semua pembiayaan pelatihan pengelolaan makan bergizi yang diikuti Personel TNI AD.
"Jadi itu semua dari mulai ongkos, akomodasi dan lain-lain itu semua ditanggung oleh Singapura," kata Maruli saat ditemui Markas Batalyon Polisi Militer Angkatan Darat (Yonpomad), Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa, disitat Antara.
Maruli menjelaskan, pelatihan yang dijalani pihaknya di Singapura merupakan buah dari hasil pembicaraan antara dirinya dengan KSAD Singapura pada Juli 2025 lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Maruli sepakat untuk menjalin kerja sama dengan militer Singapura di bidang penyediaan makanan bergizi.
Maruli menjelaskan alasan pihaknya memilih Singapura sebagai rekanan kerja sama di bidang MBG karena negara tersebut dianggap sudah matang dalam program penyediaan makanan bergizi.
Baca juga:
- Komisi V DPR Dukung Perpres Ojol: Mitra Ojol Tulang Punggung Mobilitas Era Digital
- Libya Jadi Transit Imigran Afrika Dijanjikan ke Eropa Tapi Justru Ditahan-Disiksa Milisi
- Bawa Ekskavator-Buldoser, Mesir Bantu Hamas Cari Jenazah Bakal Diserahkan ke Israel
- Jawaban Trump di Pesawat saat Ditanya Gaji Pengatur Lalin Udara AS Terdampak Shutdown
TNI AD lalu mengirim 26 prajurit, empat anggota Persit Kartika Chandra Kirana, tiga pendamping militer dan satu peninjau untuk mengikuti latihan pengelolaan makanan bergizi di Army Combat Service Support Command, Singapura dari 13 Oktober 2025 sampai 18 Oktober 2025.
Mereka, kata Maruli, mempelajari banyak hal dari mulai food preparation, food safety, food nutrition hingga food technology. Para peserta juga diberi kesempatan untuk mengunjungi fasilitas pengelolaan makanan militer dan komersial.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para perwakilan TNI AD mendapatkan ilmu yang banyak sehingga dapat diimplementasikan dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola TNI AD.
"Supaya nanti dapur kita baik, kebetulan kita punya ibu-ibu yang backgroundnya Gizi, mudah-mudahan ini jadi pengalaman mereka untuk mengelola dapur," kata Maruli