DPR Desak Unud Sanksi Tegas Pelaku Perundungan Timothy Hingga Akhiri Hidup
JAKARTA- Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hetifah Sjaifudian, mendesak keras Universitas Udayana (Unud) untuk menjatuhkan sanksi yang tegas dan setimpal kepada para pelaku perundungan yang diduga menjadi penyebab tewasnya salah satu mahasiswa, Timothy Anugrah Saputra.
"Kepada Kampus Udayana, kami juga meminta agar memastikan bahwa mereka yang melakukan tindakan ini (perundungan) mendapat sanksi yang setimpal," kata Hetifah dikutip dari ANTARA, Selasa, 21 Oktober 2025.
Menurut Hetifah, penjatuhan sanksi yang tegas ini sangat krusial. Nilainya penting, bukan hanya sebagai hukuman, tetapi sebagai langkah preventif agar kasus kekerasan dan perundungan tidak terulang lagi di lingkungan pendidikan tinggi.
Politisi ini juga mendorong pihak kampus untuk bertindak transparan penuh dalam penanganan kasus. Tujuannya satu: memastikan keadilan bagi korban yang telah meninggal dunia akibat dugaan perbuatan keji tersebut.
Lemahnya Pencegahan di Perguruan Tinggi
Hetifah menyoroti bahwa upaya pencegahan kekerasan di perguruan tinggi seharusnya sudah berjalan efektif. Hal ini telah diatur secara jelas dalam Permendikbudristek Nomor 54 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Baca juga:
"Yang kami sesalkan sampai hari ini, kejadian-kejadian seperti perundungan dan bentuk-bentuk kekerasan lain, bukan hanya kekerasan fisik, tapi juga kekerasan mental, yang berujung pada hilangnya nyawa maupun dampak jangka panjang lainnya, masih terjadi," ujarnya dengan nada prihatin.
Sebelumnya, kasus tragis ini telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa Rektorat Unud Bali telah membentuk tim investigasi khusus. Tim ini bertugas menelusuri secara mendalam kasus meninggalnya Timothy yang diduga kuat akibat perundungan oleh rekan-rekannya.
"Pihak rektor sudah membentuk tim untuk menginvestigasi, mengecek apa yang sebenarnya terjadi," kata Menteri Brian usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (19/10).
Selain investigasi, Mendiktisaintek memastikan Rektorat Unud juga telah memfasilitasi pendampingan bagi keluarga korban. Brian berkomitmen penuh bahwa Kemendiktisaintek akan terus memantau perkembangan kasus ini demi menjamin penanganan yang transparan dan adil.