Insiden MBG di Bandung Barat: 345 Pelajar Keracunan
BANDUNG – Pemerintah daerah dan pusat memberikan perhatian serius terhadap insiden keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Hingga Rabu 15 Oktober siang, tercatat 345 orang menjadi korban.
Koordinator Posko SMPN 1 Cisarua, Aep Kunaefi, menjelaskan, penanganan terus dilakukan secara intensif. “Total keseluruhan dari kemarin ada 345 siswa. Dari jumlah itu, 285 siswa sudah kembali pulih, sementara sisanya masih dirawat,” ujarnya.
Korban awalnya merupakan siswa SMPN 1 Cisarua, namun jumlahnya bertambah seiring laporan dari sekolah lain seperti SD Garuda, SD Barukai, dan SMK 1 Cisarua. Beberapa guru juga ikut terdampak.
RSUD Lembang menjadi rumah sakit rujukan utama, sementara RS Cibabat, RS Advent, dan RS Dustira Cimahi turut membantu menangani korban. Tim medis dari berbagai fasilitas kesehatan terus mendata dan memberikan perawatan.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Bandung Barat bersama Kementerian Kesehatan bergerak cepat melakukan investigasi penyebab keracunan. Sampel makanan telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat untuk uji laboratorium.
“Pemerintah tidak akan tinggal diam. Fokus utama kami adalah memastikan semua korban mendapat perawatan terbaik dan mencari penyebab pasti insiden ini,” kata salah satu petugas kesehatan di lokasi.
Baca juga:
Insiden ini menjadi perhatian nasional karena menyangkut pelaksanaan program MBG, salah satu program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pengawasan distribusi dan standar keamanan pangan.
“Program MBG harus terus berjalan, tapi dengan sistem pengawasan yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tandas Aep.