Nasib Bandung Zoo Masih Menunggu Keputusan Menteri
JAKARTA – Salah satu destinasi wisata keluarga favorit di Kota Kembang, Bandung Zoo, masih tertutup sejak awal Agustus 2025. Padahal, kebun binatang yang sudah berdiri puluhan tahun di kawasan Tamansari itu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin mengenal satwa sekaligus menikmati udara sejuk khas Bandung. Kini, masa depan tempat wisata edukatif ini bergantung pada keputusan pemerintah pusat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut, pihaknya masih menunggu kepastian dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengenai status operasional Bandung Zoo.
“Masih menunggu keputusan Pak Menteri, saling menunggu,” kata Farhan di Bandung, seperti dikutip ANTARA.
Farhan menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung tetap membuka ruang dialog dengan Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), pengelola lama kebun binatang tersebut. Upaya mediasi akan difokuskan pada pembahasan pengelolaan, termasuk pemeliharaan satwa agar tetap terjamin selama masa penutupan.
Ia menegaskan, kewenangan akhir terkait izin dan status Bandung Zoo sepenuhnya berada di tangan Kementerian Kehutanan.
"Tergantung Pak Menteri, karena izin konservasi 100 persen ada di Kementerian Kehutanan dan diberikan kepada pihak yang mampu,” ujar Farhan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Margasatwa Tamansari, John Sumampauw, menegaskan pihaknya siap melanjutkan pengelolaan Bandung Zoo secara profesional bila kembali dipercaya pemerintah.
"Kami berupaya menjalankan operasional Bandung Zoo dengan transparan dan sesuai koridor hukum, dengan tujuan memaksimalkan fungsi kebun binatang sebagai ruang edukasi, konservasi, dan rekreasi yang dapat dibanggakan masyarakat,” kata John.
Ia menambahkan, pihak yayasan berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung serta Kementerian Kehutanan, demi memastikan pengelolaan aset negara berjalan sesuai ketentuan hukum.
"YMT memiliki komitmen penuh untuk mematuhi aturan dan bekerja sama dengan Pemkot Bandung serta Kementerian Kehutanan guna memastikan pemanfaatan aset negara dilakukan secara benar dan legal,” tuturnya.
John juga berharap pemerintah dapat segera memberikan kepastian agar Bandung Zoo bisa kembali dibuka untuk publik. Menurutnya, penutupan berkepanjangan bukan hanya berdampak pada wisatawan, tetapi juga terhadap nasib satwa dan pekerja di dalamnya.
"Ia berharap Pemerintah Kota Bandung dapat segera mengambil langkah konkret untuk segera membuka Bandung Zoo demi kelangsungan satwa maupun seluruh pekerja di dalamnya,” ujar John.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kesejahteraan satwa selama masa ketidakpastian ini.
"Kalau sampai ada satwa yang mati, siapa yang bertanggung jawab? Apalagi ada beberapa satwa yang berupa pinjaman atau titipan,” kata dia.
Sebelum penutupan, Bandung Zoo menjadi salah satu ikon wisata edukasi di Jawa Barat, dengan koleksi lebih dari 800 ekor satwa dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi tempat rekreasi keluarga, kawasan ini juga kerap menjadi lokasi kegiatan edukatif bagi pelajar dan mahasiswa yang belajar tentang konservasi.
Banyak wisatawan berharap agar kebun binatang legendaris ini bisa segera dibuka kembali, mengingat perannya yang penting sebagai ruang belajar, konservasi, dan hiburan di tengah kota Bandung.