Polisi Pastikan Identitas Mayat di Pulau Tikus Adalah Korban Kecelakaan Kapal di Pulau Bokor

JAKARTA - Hasil identifikasi terhadap mayat pria tanpa identitas yang ditemukan mengapung di perairan Pulau Tikus, Kelurahan Pulau Pari, akhirnya dapat diungkap oleh Tim Identifikasi Polres Kepulauan Seribu.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Arga Dija Putra mengatakan, korban diketahui bernama Jaenudin MZ (33) alias Udin yang merupakan korban dari KM Usaha Baru yang sempat hilang pada Selasa 7 Oktober saat terjadi kapal tenggelam di Pulau Bokor.

"Iyaa benar (identitas jenazah bernama Udin). Tadi pihak keluarga sudah datang. Dari tatto ditubuh dan pakaian yang digunakan (korban saat hilang) sama," kata AKBP Arga Dija saat dikonfirmasi VOI, Jumat, 10 Oktober 2025.

Jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.55 WIB setelah mendapatkan informasi dari nelayan sekitar yang melihat jasad korban terapung di sekitar perairan Pulau Pari.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban ke Pulau Pari.

Tim SAR gabungan juga berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memastikan bahwa jasad tersebut adalah korban yang dicari.

Akhirnya keluarga menyatakan jika mayat tanpa identitas itu merupakan jenazah Udin.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah mengatakan, korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada siang hari ini.

"Jenazah dievakuasi ke Pulau Pari untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga," tambahnya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, upaya pencarian terhadap korban dilakukan dengan menggunakan armada laut melakukan penyisiran di sekitar perairan Pulau Ayer, Pulau Pari, Pulau Ayer Kecil, Pulau Karang Beras, dan Pulau Tunda.

Puluhan personil SAR gabungan dikerahkan dalam upaya pencarian terhadap korban, diantaranya terdiri dari Kantor SAR Jakarta, ABK Basarnas Pantai Mutiara, Pos TNI AL Pulau Untung Jawa, Pos Polair Pulau Untung Jawa, VTS Tanjung Priok, KSOP Cituis, Pos TNI AL Tanjung Kait, Damkar Pos Pulau Pari, Dishub Pulau Pari, Polair Pulau Pari, KKP Muara Baru, Polsek Untung Jawa, DMC Dompet Dhuafa, BPBD DKI Jakarta, Bakamla RI, serta nelayan setempat.

Dan armada laut yang dikerahkan dalam operasi SAR hari ketiga ini adalah KN SAR Antasena, RBB 01 Jakarta, RIB Damkar Pulau Pari, KNP 348 KPLP, KP VII 1020 Polair, KP VII 1006 Polair, KP VII 203, dan perahu nelayan.

Kecelakaan KM Usaha Baru terjadi pada Selasa dini hari 7 Oktober 2025. Kapal nelayan yang berangkat dari Pelabuhan Cituis Tangerang ini dihantam oleh gelombang tinggi dan cuaca ekstrem sehingga menyebabkan kapal terbalik di sekitar perairan Pulau Bokor, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Tujuh orang ditemukan dalam kondisi selamat dan satu orang ditemukan meninggal dunia pada Kamis 9 Oktober 2025.