Truk Pembawa CPO Terjun ke Jurang Gunung Paro Aceh Besar, Pengemudi Tewas di Tempat
ACEH BESAR - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) mengevakuasi empat korban dalam kecelakaan dua truk yang masuk jurang di kawasan Gunung Paro, Kabupaten Aceh Besar, Rabu, 8 Oktober.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka.
“Ada empat korban kendaraan bermotor yang masuk jurang di Gunung Paro, Kabupaten Aceh Besar, yang berhasil dievakuasi. Evakuasi berlangsung dalam operasi SAR dengan penanganan khusus,” kata Ibnu Harris di Banda Aceh, Rabu.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Baihaqi (28), warga Desa Tiro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, yang merupakan pengemudi truk trado.
Sementara tiga korban luka-luka masing-masing yakni Masuardi (36), warga Desa Tanjong Bungong, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, pengemudi truk tangki pembawa minyak sawit mentah (CPO); Abdullah Nurdin (50), warga Meunasah Panah, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie; dan Martuni (18), warga Desa Peunandok, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Keduanya merupakan penumpang truk trado.
Ibnu Harris menjelaskan, evakuasi berawal dari laporan masyarakat pada Rabu, 8 Oktober sekitar pukul 05.50 WIB yang melaporkan adanya dua truk masuk jurang di kawasan Gunung Paro.
Mendapat laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh langsung mengirim tim menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Kota Banda Aceh.
“Sesampainya di lokasi, tim langsung melakukan evakuasi. Satu korban ditemukan meninggal dunia dan tiga lainnya selamat dalam kondisi luka-luka. Seluruh korban kemudian dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, Basarnas Banda Aceh mengerahkan personel bersama tiga anggota Satgas SAR Banda Aceh. Operasi juga dibantu dua anggota Koramil Leupeung, dua personel Polsek Leupeung, empat anggota Unit Laka Lantas Polres Aceh Besar, serta tiga relawan komunitas radio.
Baca juga:
- Cemaran Cs-137 di Cikande, Satgas Lakukan Pemetaan Area Terpapar Radiasi
- Gubernur Banten: Kasus Cesium-137 Berpengaruh Pada Investasi Daerah
- Evakuasi Drum Radioaktif di Cikande: Polisi Jaga Ketat, Tim Gunakan Prussian Blue untuk Warga
- Minta Izin ke Purbaya Bangun Gedung Tertinggi di SCBD, Pramono: Pasti Gedungnya Bagus!
“Kondisi cuaca saat operasi cerah dan tidak ada kendala berarti. Setelah operasi selesai, seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing,” kata Ibnu Harris.