Imigran Terdampak Shutdown, Trump Batasi AS Kini Hanya Tampung 7.500 Pengungsi
JAKARTA - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai menyorot jumlah penampungan pencari suaka atau imigran di AS setelah penurutupan pemerintah atau shutdown terjadi pada Kamis pekan ini.
Trump bersiap menetapkan batas penerimaan pengungsi sebesar 7.500 orang selama shutdown pemerintahan AS.
Tiga sumber mengatakan kepada Reuters, Sabtu 4 Oktober, wacana ini jika terjadi menjadi rekor terendah AS dalam menampung jumlah imigran yang diprioritaskan saat ini untuk warga kulit putih Afrika Selatan.
Trump, yang merupakan bagian dari Partai Republik, sebelumnya telaj memangkas jumlah pengungsi selama masa jabatannya sebagai presiden AS masa bakti 2017-2021. Upaya pemangkasan itu merupakan kebijakan keras imigrasi AS di bawah kendali Trump.
Setelah kembali duduk menjadi Presiden AS pada Januari 2025, Trump langsung membekukan penerimaan pengungsi, dengan mengatakan bahwa penerimaan tersebut hanya dapat dilanjutkan jika dianggap sesuai dengan kepentingan AS.
Baca juga:
- Pakar Militer AS Nilai Warga Barat Dimanipulasi: Berita Hoaks Pasti dari Negara Non-Barat
- Uni Eropa Perpanjang Sanksi ke Rusia Atas Tuduhan Perang Hibrida, 47 Orang Ditandai
- Meski Perang, Persediaan Stok Gas Ukraina Tahun 2025 Ternyata dari Rusia
- Ukraina Bisa Seret Uni Eropa Masuk Medan Perang, Hongaria Tolak Keras Keanggotaan!
Beberapa minggu kemudian, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang memprioritaskan penerimaan pengungsi dari minoritas Afrikaner merupakan keturunan Belanda di Afrika Selatan.
Menurut Trump, kelompok minoritas kulit putih tersebut mengalami diskriminasi rasial dan kekerasan di Afrika Selatan, yang mayoritas penduduknya berkulit hitam. Pemerintah Afrika Selatan kemudian membantah klaim Trump tersebut.