Biar Gak Salah Jalan, Ini Ciri-Ciri Hubungan yang Sehat
JAKARTA - Menjalani hubungan yang sehat itu penting banget untuk kebahagiaan dan kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Tapi, gimana sih cara tahu kalau hubungan kamu itu sehat?
Berikut beberapa ciri yang bisa jadi tanda kalau kamu dan pasangan berada di jalur yang tepat, seperti dilansir dari laman Verywell Mind.
1. Kepercayaan
Kepercayaan adalah komponen utama dalam hubungan sehat. Penelitian menunjukkan kemampuanmu untuk mempercayai orang lain dipengaruhi oleh gaya keterikatan (attachment style) yang dimiliki. Hubungan yang dialami sejak kecil membentuk harapan terhadap hubungan di masa depan.
Jika hubungan sebelumnya stabil dan dapat dipercaya, Anda lebih mungkin mempercayai orang di hubungan yang akan datang. Sebaliknya, jika hubungan sebelumnya tidak stabil dan tidak dapat diandalkan, Anda mungkin harus berusaha mengatasi masalah kepercayaan.
Kepercayaan juga dibangun dari bagaimana dua orang memperlakukan satu sama lain. Ketika Anda melihat pasangan memperlakukan Anda dengan baik, dapat diandalkan, dan selalu ada saat dibutuhkan, kepercayaan akan tumbuh. Hubungan pun menjadi sumber kenyamanan dan rasa aman.
Jika Anda merasa harus menyembunyikan sesuatu dari pasangan, bisa jadi Anda kurang memiliki kepercayaan.
2. Keterbukaan
Ciri lain dari hubungan sehat adalah kemampuan untuk menjadi diri sendiri. Setiap pasangan memiliki tingkat keterbukaan dan pengungkapan diri yang berbeda. Pengungkapan diri berarti Anda bersedia bagikan tentang diri sendiri kepada pasangan. Anda tidak boleh merasa harus menyembunyikan bagian dari diri atau berubah demi hubungan.
Di awal hubungan, wajar jika Anda berhati-hati dalam berbagi. Namun seiring waktu dan meningkatnya keintiman, pasangan biasanya mulai berbagi lebih banyak pikiran, opini, kepercayaan, minat, dan kenangan.
Keterbukaan ini membantu pasangan merasa lebih terhubung sekaligus memperkuat kepercayaan. Pengungkapan diri juga bisa semakin meningkatkan kepercayaan dalam hubungan.
Sebuah studi menunjukkan bahwa saat seseorang tidak puas dengan tingkat keterbukaan pasangannya, mereka biasanya membicarakan hal tersebut. Ini adalah contoh bagus bagaimana membahas masalah secara terbuka bisa memperkuat hubungan.
Ini bukan berarti Anda harus membagikan segalanya. Setiap individu punya batasan privasi dan ruang pribadi. Yang terpenting adalah setiap pasangan merasa nyaman untuk berbagi harapan, ketakutan, dan perasaan.
Baca juga:
- Sri Mulyani Tegaskan Krisis Iklim Lebih Berbahaya daripada Pandemi COVID-19 dalam Memori Hari Ini, 14 September 2022
- Tak Cukup 3 Musim, The Summer I Turned Pretty Hadir dalam Bentuk Film
- Budaya Kerja Sehat yang Bikin Karyawan Betah dan Semakin Produktif
- Ahli Sebut Stres Selama Kehamilan Berkaitan dengan Risiko Epilepsi Lebih Tinggi pada Anak
3. Batasan
Meskipun pasangan mungkin punya kebutuhan berbeda, penting untuk menemukan cara berkompromi sambil mempertahankan batasan. Batasan bukan tentang rahasia, melainkan mengakui bahwa setiap orang punya kebutuhan dan ekspektasi sendiri.
Batasan sehat berbeda untuk tiap individu dan pasangan. Contohnya termasuk setuju untuk tidak membuka ponsel satu sama lain, memberikan waktu dan ruang untuk persahabatan di luar hubungan, dan menghormati ruang pribadi masing-masing.
Pasangan dengan ekspektasi yang tidak sehat mungkin ingin selalu tahu keberadaanmu dan apa yang kamu lakukan setiap saat. Mereka juga bisa membatasi siapa yang boleh kamu temui atau menuntut akses ke akun media sosial pribadi.
4. Rasa Hormat yang Timbal Balik
Dalam hubungan yang sehat, ada rasa hormat bersama. Pasangan tidak saling merendahkan dan selalu memberikan dukungan serta rasa hormat. Beberapa cara menunjukkan rasa hormat termasuk:
- Mendengarkan satu sama lain
- Tidak menunda atau mengabaikan permintaan pasangan
- Memahami dan memaafkan kesalahan pasangan
- Membangun, bukan meruntuhkan satu sama lain
- Memberi ruang dalam hidup untuk pasangan
- Menunjukkan minat pada hal yang pasangan sukai
- Menghormati kepribadian dan keunikan pasangan
- Mendukung dan mendorong minat dan passion pasangan
- Menghargai dan berterima kasih satu sama lain.
- Memiliki empati terhadap pasangan
5. Memberikan Cinta dan Kasih Sayang
Hubungan sehat ditandai oleh cinta dan kasih sayang. Awalnya, hubungan sering dimulai dengan cinta yang penuh gairah, perasaan intens dan keinginan untuk selalu dekat secara fisik. Seiring waktu, ini berubah menjadi cinta yang penuh kasih sayang, ditandai oleh perasaan sayang, kepercayaan, keintiman, dan komitmen.
Meskipun gairah awal biasanya menurun, pasangan dalam hubungan sehat dapat membangun keintiman yang semakin dalam seiring berjalannya waktu.