Unggul Empat Kuartal Beruntun dari Tesla, BYD Diproyeksi Jadi Pemimpin Pasar EV Global 2025
JAKARTA – Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) perlombaan antara BYD dan Tesla menarik untuk diamati khususnya dalam angka penjualan mobil listrik.
Secara kumulatif, BYD tampil lebih perkasa jika penjualan menggabungkan kendaraan listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV), sementara Tesla tetap fokus di segmen BEV premium meski pertumbuhannya belakangan mulai melambat.
Jika berbicara angka penjualan BEV saja, Tesla masih unggul tipis dalam tiga tahun terakhir (2022-2024). Namun tren terkini menunjukkan arah berbeda sejak pertama kali merebut posisi puncak dari Tesla untuk kedua kalinya pada kuartal empat 2024, BYD terus memimpin selama empat kuartal berturut-turut.
BYD Geser Tesla di BEV Global
Berdasarkan laporan CarNewsChina, Jumat, 3 Oktober, yang mengutip data blogger otomotif ternama China, “Tongkuai Shuchang”, hingga kuartal ketiga 2025 BYD resmi mengambil alih posisi puncak penjualan BEV dunia. Capaian kumulatif BYD mencapai 1.605.900 unit, melampaui Tesla yang membukukan 1.217.900 unit. Artinya, BYD kini unggul dengan selisih sekitar 388 ribu kendaraan.
Baca juga:
Dominasi Kuartalan
Keunggulan BYD semakin kokoh berkat performa di kuartal ketiga 2025 saja. BYD berhasil mengirimkan 582.500 unit EV murni. Meskipun turun sedikit (4,0 persen) dibanding kuartal sebelumnya, angka ini menunjukkan pertumbuhan tahun-ke-tahun (year-on-year) yang kuat sebesar 31,4 persen.
Sementara itu, pengiriman Tesla di kuartal ketiga 2025 mencapai 497.100 unit. Capaian ini memang menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 29,4 persen secara kuartal-ke-kuartal dan 7,4 persen secara tahun-ke-tahun, yang melampaui ekspektasi pasar namun tetap harus mengakui keunggulan BYD.
2025 Tahun Milik BYD
Melihat tren ini, banyak analis memprediksi 2025 akan benar-benar menjadi tahun kejayaan BYD. Riset Counterpoint Research bahkan memperkirakan pabrikan asal China tersebut bakal menutup tahun sebagai pemimpin pasar EV global dengan pangsa 15,7 persen.
Dominasi BYD bukan sekadar soal angka, tetapi juga menandai pergeseran kekuatan besar di industri otomotif dunia—di mana produsen Asia, khususnya dari China, semakin mengambil alih panggung kendaraan masa depan.