JIS Patimura Elementary Resmikan Ruang-ruang Baru untuk Kreativitas dan Kolaborasi Siswa
JAKARTA - Memperingati tujuh dekade perjalanannya di dunia pendidikan, Jakarta Intercultural School (JIS) meresmikan kampus Pattimura yang rampung direnovasi. Acara gunting pita dilangsungkan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 23 September kemarin.
Penambahan gedung baru di JIS Pattimura Elementary (PEL) ini akan memperlebar ruang belajar yang inovatif, inklusif serta kreatif. Maya Nelson, Head of School JIS menyampaikan, renovasi kampus Pattimura Elementary akan menyongsong fase baru tanpa melupakan sejarah perjalanan panjang mereka.
“Selama 72 tahun, Pattimura Elementary telah menjadi tempat komunitas dan koneksi, membentuk dasar pembelajaran sepanjang hayat bagi generasi siswa JIS. Hari ini, PEL memasuki fase baru dalam kisah panjangnya di garis depan pendidikan dasar — sungguh momen yang sangat membahagiakan bagi sekolah kami!” tuturnya dalam acara peresmian.
Di awal kehadirannya, PEL sudah bertujuan menghadirkan pengalaman belajar holistik yang berakar pada praktik terbaik dari seluruh dunia. Seiring perkembangan zaman, PEL juga terus bertumbuh mengikuti perubahan global.
Jill Bellamy, Principal PEL menuturkan, hadirnya ruang-ruang baru ini mencerminkan komitmen mendalam untuk menghadirkan ruang belajar yang hangat, inspiratif, dan berpusat pada anak.
“Ruang baru ini akan memperkaya pengalaman harian siswa kami dan mendukung kolaborasi, kreativitas, serta koneksi yang lebih luas di seluruh komunitas. Saat kami membuka kembali PEL, kami penuh semangat menyongsong masa depan — masa di mana anak-anak merasa memiliki, dan berdaya untuk berkembang dalam setiap aspek perjalanan belajar mereka,” paparnya.
Baca juga:
Peresmian kampus Pattimura juga dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed yang mengapresiasi sistem pendidikan PEL yang menjunjung inklusivitas, selaras dengan semboyang bangsa Indonesia.
“Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna persatuan dalam keberagaman. Penting bagi kita untuk menjaga identitas, menghargai perbedaan, dan menjadikannya sebagai cara untuk bersatu sebagai warga dunia. Jakarta Intercultural School adalah contoh nyata bagaimana prinsip ini hidup dalam praktik pendidikan sehari-hari,” ujar sang Menteri.
“Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menghadirkan sekolah-sekolah unggul dengan guru dan fasilitas terbaik. Kehadiran JIS Pattimura Elementary yang baru direnovasi ini mencerminkan visi tersebut — menghadirkan pendidikan berkualitas, multikultural, dan berdaya saing global bagi generasi masa depan,” tambahnya.
Renovasi yang dilakukan di PEL mencakup perpustakaan dua lantai dengan area nyaman untuk menumbuhkan kecintaan membaca, literasi, dan riset; ruang kelas luas untuk mendukung pendidikan transformatif yang menekankan perubahan cara pandang melalui refleksi kritis, eksplorasi pengalaman, serta pemberdayaan siswa. Ada juga Experiential Learning Lab untuk pembelajaran praktis; teater lengkap beserta ruang musik dan tari guna mendorong seni pertunjukan; serta Maker Space yang diperluas untuk mengeksplorasi kreativitas dan konsep dasar sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
Pohon Pattimura yang berada di ruang terbuka dipertahankan sebagai simbol kekuatan dan keindahan yang menaungi seluruh anggota komunitas kampus tersebut. Phil Rickard selaku Chairman of the Board of Trustees JIS menyampaikan rasa syukur atas nilai-nilai serta kepercayaan diri yang mengakar kuat di budaya kampus Pattimura.
Dengan semangat mencetak generasi terbaik yang akan berperan besar di masa depan, Maya Nelson menutup pidatonya dengan optimisme yang besar.
“Pattimura Elementary siap untuk babak berikutnya. Bersama-sama, kita bisa menjadikannya luar biasa; sebuah perjalanan penuh pembelajaran yang menyenangkan dan pertumbuhan bermakna, berakar pada keunggulan,” pungkas Maya.